BREAKINGNEWS

Aset Menganggur di Elnusa: Kapal Jalan, Jutaan Dolar Ikut Karam

PT Elnusa
PT Elnusa (Foto: Dok MI/Ant)

Jakarta, MI – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia mengungkap persoalan serius dalam pengelolaan investasi dan aset pada PT Elnusa Tbk di sektor jasa hulu migas.

Berdasarkan data yang diperoleh Monitorindonesia.com, Kamis (12/3/2026) bahwa dkumen audit bernomor 70/LHP/XX/12/2024 yang diterbitkan pada 27 Desember 2024 itu memeriksa pengelolaan pendapatan, biaya, dan investasi kegiatan usaha hulu migas untuk periode 2021 hingga Semester I 2023. Pemeriksaan dilakukan di DKI Jakarta, Banten, dan Prancis.

Dalam laporan tersebut, auditor negara menemukan bahwa investasi pada aset kapal MV Elsa Regent serta peralatan seismik Air Gun & System dan Streamer 2D tidak memberikan imbal hasil optimal. Bahkan, investasi tersebut disebut memiliki nilai keekonomian negatif sebesar USD2.053.751.

"Permasalahan tersebut mengakibatkan biaya maintenance MV. Elsa Regent yang tidak terutilisasi membebani keuangan perusahaan sebesar USD2.464.988,00; dan pengembalian investasi MV. Elsa Regent, Air Gun & System, dan Streamer 2D tidak tercapai dan menanggung nilai keekonomian negatif sebesar USD2.053.751,00," petik laporan BPK itu.

PT Elnusa diketahui memiliki kegiatan jasa hulu migas terintegrasi, meliputi penyediaan jasa pengeboran, data geofisika/seismik, jasa pemboran migas, hingga layanan Operation & Maintenance (O&M) serta Engineering, Procurement & Construction (EPC).

Untuk mendukung kegiatan tersebut, perusahaan mengoperasikan kapal MV Elsa Regent melalui anak usaha PT Elnusa Trans Samudera, serta peralatan survei seismik Air Gun & System dan Streamer 2D yang dikelola unit Geoscience Services (GSC) yang kemudian berubah menjadi Division Geoscience Reservoir Services (GRS) dan selanjutnya bergabung dalam Divisi Upstream Services pada 2022.

Namun hasil audit menunjukkan pemanfaatan aset-aset tersebut jauh dari optimal.

BPK menemukan bahwa kapal MV Elsa Regent tidak dimanfaatkan secara optimal, tetapi tetap menimbulkan biaya maintenance minimal sebesar USD2.464.988 yang harus ditanggung perusahaan.

Selain itu, realisasi investasi pada kapal dan perangkat seismik tersebut tidak sesuai dengan rencana investasi, sehingga menimbulkan nilai ekonomi negatif sebesar USD2.053.751.

Dalam laporan audit juga disebutkan bahwa kondisi ini terjadi karena kurangnya kecermatan manajemen dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset.

Direktur Utama PT Elnusa, Direktur Utama PT Elnusa Trans Samudera, hingga jajaran pimpinan divisi terkait dinilai kurang cermat dalam melakukan optimalisasi pemanfaatan aset kapal dan peralatan seismik pada periode 2022–2023.

Selain itu, pejabat terkait juga disebut tidak cermat dalam menyusun dokumen kajian investasi, termasuk asumsi permintaan pasar dan proyeksi pendapatan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Dokumen feasibility study yang digunakan sebagai dasar pengajuan investasi juga dinilai belum lengkap, karena masih berupa perhitungan keekonomian awal dan tidak didukung dokumentasi data yang memadai.

BPK menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi menggerus nilai ekonomi aset perusahaan jika tidak segera ditangani secara serius.

Sebagai tindak lanjut, BPK merekomendasikan agar Dewan Komisaris PT Elnusa memerintahkan direksi untuk melakukan optimalisasi pemanfaatan aset MV Elsa Regent serta peralatan seismik Air Gun & System dan Streamer 2D guna meningkatkan nilai ekonomi aset.

Direksi PT Elnusa juga diminta berkoordinasi dengan Direksi PT Pertamina (Persero) untuk melakukan pemeriksaan terhadap permasalahan tersebut dan melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur fraud.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Aset Menganggur Elnusa Disorot: Kapal Jalan, Investasi Jutaan Dolar Tenggelam | Monitor Indonesia