BREAKINGNEWS

Obat Batuk Berteknologi Nanogold Karya UNESA Bersiap Masuk Tahap Perizinan

Obat Batuk Berteknologi Nanogold Karya UNESA Bersiap Masuk Tahap Perizinan
Inovasi kesehatan karya peneliti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memasuki fase penting.

Surabaya, MI– Inovasi kesehatan karya peneliti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memasuki fase penting. Obat batuk berbasis teknologi nanogold yang dikembangkan tim peneliti kampus tersebut telah menjalani uji klinis dan kini bersiap memasuki tahap perizinan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pengembangan obat ini menjadi respons terhadap meningkatnya keluhan masyarakat terkait gangguan pernapasan pascapandemi, terutama batuk dan radang tenggorokan yang dinilai lebih sulit sembuh dibandingkan sebelumnya.

Ketua tim peneliti sekaligus Guru Besar Kimia FMIPA UNESA, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, menjelaskan riset tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang membutuhkan terapi lebih efektif untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan.

Menurutnya, banyak pasien mengeluhkan batuk dan sakit tenggorokan yang berlangsung lebih lama serta tidak merespons optimal terhadap pengobatan konvensional.

"Inovasi ini dikembangkan karena adanya kebutuhan akan solusi pengobatan yang lebih efektif terhadap gangguan pernapasan yang kini semakin kompleks," ujarnya.

Keunggulan utama produk tersebut terletak pada pemanfaatan teknologi nanogold sebagai sistem penghantar zat aktif obat (drug delivery system). Teknologi ini dirancang untuk membantu senyawa aktif mencapai target reseptor di dalam tubuh secara lebih cepat dan lebih efektif.

Dalam mekanisme kerja obat, tidak semua zat aktif dapat langsung mencapai sasaran karena terhambat oleh ukuran molekul, tingkat kepolaran, maupun faktor fisikokimia tubuh. Kehadiran nanogold disebut mampu mengurangi hambatan tersebut sehingga efektivitas terapi dapat meningkat.

Dengan ukuran partikel yang sangat kecil, nanogold memungkinkan zat aktif obat terserap lebih optimal dan bekerja lebih cepat di dalam tubuh. Kondisi itu berpotensi mempercepat proses pemulihan pasien sekaligus meningkatkan efektivitas pengobatan.

Setelah menyelesaikan tahapan uji klinis, tim peneliti kini menyiapkan proses perizinan BPOM sebagai langkah menuju komersialisasi dan pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Proyek penelitian ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi kesehatan nasional yang menargetkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) tinggi, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirkan menjadi produk kesehatan yang siap digunakan masyarakat.

Jika seluruh tahapan regulasi berjalan lancar, obat batuk berbasis nanogold karya UNESA berpeluang menjadi salah satu inovasi farmasi dalam negeri yang dapat memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus menghadirkan alternatif pengobatan yang lebih modern dan presisi.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Obat Batuk Berteknologi Nanogold Karya UNESA Bersiap Masuk T | Monitor Indonesia