Bangkok, MI– Kabar duka menyelimuti Kerajaan Thailand. Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn sekaligus sosok yang selama ini dianggap sebagai salah satu kandidat kuat penerus takhta, meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) dalam usia 47 tahun setelah hampir empat tahun berada dalam kondisi koma.
Pihak Istana Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Putri Bajrakitiyabha menghembuskan napas terakhir pada pukul 19.48 waktu setempat di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn, Bangkok. Sang putri dirawat sejak Desember 2022 setelah mengalami kolaps akibat gangguan jantung yang kemudian membuatnya tidak sadarkan diri hingga akhir hayatnya.
Dalam pernyataan resmi kerajaan disebutkan bahwa kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha terus memburuk dalam beberapa pekan terakhir.
"Sejak 21 Mei 2026, kondisi Yang Mulia memburuk akibat infeksi di rongga perut yang disebabkan oleh peradangan usus besar. Yang Mulia juga menderita tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, dan pembekuan darah abnormal," demikian pernyataan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand.
Istana menyatakan sang putri wafat setelah menjalani perawatan intensif selama hampir empat tahun. Raja Maha Vajiralongkorn kemudian memerintahkan penyelenggaraan upacara pemakaman kerajaan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi monarki Thailand.
"Jenazah Yang Mulia akan disemayamkan di Balai Singgasana Piman Rattaya di dalam Istana Besar," tulis pihak kerajaan.
Putri Bajrakitiyabha dikenal luas sebagai figur penting dalam keluarga kerajaan Thailand. Selain aktif menjalankan tugas-tugas kerajaan, ia juga memiliki rekam jejak internasional yang kuat melalui keterlibatannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai kampanye reformasi sistem pemasyarakatan serta perlindungan hak-hak perempuan.
Sebagai satu-satunya anak dari pernikahan pertama Raja Maha Vajiralongkorn, Bajrakitiyabha selama bertahun-tahun dipandang sebagai sosok yang paling siap melanjutkan kepemimpinan kerajaan. Kedekatannya dengan sang raja dan perannya dalam struktur kerajaan membuat namanya sering disebut sebagai calon pewaris takhta.
Namun sejak mengalami koma pada 2022, spekulasi mengenai suksesi kerajaan semakin menguat. Kini, perhatian publik Thailand beralih kepada Pangeran Dipangkorn yang dinilai menjadi kandidat terdepan untuk meneruskan takhta Raja Rama X.
Kepergian Putri Bajrakitiyabha menjadi kehilangan besar bagi Thailand. Sosok yang dikenal berpendidikan tinggi, aktif dalam diplomasi internasional, dan memiliki pengaruh kuat di lingkungan kerajaan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kerajaan maupun masyarakat Thailand.**

