Jakarta, MI– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta mengkhawatirkan tentang kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Tanah Air, mengungguli penyakit jantung, kanker, hingga gagal ginjal.
Peringatan itu disampaikan Budi saat menghadiri peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Menurutnya, dominasi penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian menunjukkan pentingnya perubahan pola hidup dan deteksi dini kesehatan.
“Penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia nomor satu stroke, nomor dua jantung, nomor tiga kanker, nomor empat ginjal,” kata Budi.
Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar kematian akibat penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah. Kementerian Kesehatan memperkirakan sekitar 750 ribu nyawa setiap tahun dapat diselamatkan jika masyarakat rutin memeriksakan kesehatannya dan memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang digagas pemerintah.
“Sekitar 750.000 kematian setahun bisa dihindari asalkan masyarakat mengikuti program cek kesehatan gratis,” ujar Budi.
Menurutnya, banyak warga baru mengetahui dirinya mengidap penyakit berbahaya ketika kondisinya sudah parah. Padahal, stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal umumnya diawali oleh faktor risiko yang dapat dideteksi lebih dini.
Menkes menekankan empat indikator kesehatan yang wajib dipantau masyarakat, yakni tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan berat badan.
Untuk tekanan darah, angka ideal berada di bawah 120/80 mmHg. Tekanan darah tinggi yang sering tidak menimbulkan gejala menjadi salah satu pemicu utama stroke yang berujung kecacatan bahkan kematian.
“Kalau lebih, jangan anggap enteng hanya karena merasa sehat. Nanti kena stroke, bisa meninggal,” tegasnya.
Selain itu, kadar gula darah juga harus dijaga agar tidak melampaui batas aman. Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak fungsi ginjal, memicu penyakit jantung, hingga meningkatkan risiko komplikasi serius lainnya.
Budi juga mengingatkan bahaya kolesterol tinggi yang sering diabaikan masyarakat. Penumpukan lemak dalam pembuluh darah dapat menghambat aliran darah ke jantung dan otak, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.**
