BREAKINGNEWS

Sudin LH Akui Kewalahan Hadapi Tumpukan Sampah Bak Pulau di Muara Angke Disebut Kiriman dari Darat

Sudin LH Akui Kewalahan Hadapi Tumpukan Sampah Bak Pulau di Muara Angke Disebut Kiriman dari Darat
Sudin LH Akui Kewalahan Hadapi Tumpukan Sampah Bak Pulau di Muara Angke Disebut Kiriman dari Darat

Jakarta, MI Tumpukan sampah raksasa yang tampak seperti pulau di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, tepatnya di depan jalur kapal Kali Adem, disebut berasal dari kiriman sampah darat yang terbawa aliran sungai menuju laut. Kondisi itu diperparah oleh tingginya curah hujan dan rusaknya alat berat milik petugas kebersihan pesisir.

Pengawas Pesisir Teluk Jakarta Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Supendi, menegaskan sampah yang menumpuk di kawasan tersebut bukan berasal dari laut, melainkan kiriman dari sejumlah sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta.

“Kalau laut sebenarnya bersih. Semua dari darat alirannya, termasuk endapan juga,” kata Supendi saat ditemui di kawasan Muara Angke, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, sampah-sampah itu tersangkut pada endapan lumpur di area perairan hingga akhirnya membentuk gundukan besar menyerupai pulau kecil.

Supendi mengungkapkan, tingginya curah hujan yang terjadi sejak Februari membuat volume sampah yang terbawa arus sungai meningkat drastis. Sampah kemudian terdorong gelombang laut dan mengendap di kawasan Muara Angke.

“Bulan Februari curah hujan tinggi terus. Sampah terbawa, akhirnya berbenturan dengan gelombang dari laut,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan sampah di pesisir Jakarta semakin berat, terlebih saat alat berat yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah mengalami kerusakan.

“Mulai Februari-Maret alat berat rusak. Sejak itu kami kewalahan. Hampir satu bulan penanganan kurang maksimal,” ungkapnya.

Selain persoalan alat berat, Sudin LH Kepulauan Seribu juga mengaku kekurangan personel untuk menangani luasnya wilayah pesisir Jakarta.

Supendi menyebut pihaknya hanya memiliki sekitar 50 personel untuk menangani kawasan pesisir dari Kamal hingga Cilincing.

“Luas pesisir zona kami dari Kamal sampai Cilincing, sementara personel cuma 50 orang,” katanya.

Saat ini proses pembersihan telah berjalan selama tiga hari terakhir. Sudin LH memperkirakan penanganan tumpukan sampah di Muara Angke membutuhkan waktu sekitar satu bulan, tergantung kondisi alat berat di lapangan.

“Kalau estimasi satu bulan. Semoga dua hari ke depan alat berat bisa maksimal lagi,” pungkasnya.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Tumpukan sampah raksasa yang tampak seperti pulau di peraira | Monitor Indonesia