Jakarta, MI - Lonjakan anggaran belanja media di Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta tidak terjadi dalam satu malam. Dokumen pengadaan menunjukkan kenaikan itu berlangsung bertahap selama empat tahun terakhir.
Pada 2023, Bapenda DKI Jakarta masih mengalokasikan anggaran relatif terbatas untuk komunikasi publik. Pengadaan layanan sosial media melalui salah satu BUMN bernilai hanya sekitar Rp2,26 miliar. Paket tersebut berisi layanan WhatsApp Business (OCA), chatbot, interaksi pelanggan, dan pengiriman pesan massal. Fokusnya adalah komunikasi langsung kepada wajib pajak melalui kanal digital.
Setahun kemudian, pola belanja berubah. Dalam APBD 2024, muncul paket baru bernama Belanja Media dengan pagu Rp32,81 miliar. Penyedianya adalah Meraki Kreatif Indonesia. Hampir seluruh anggaran terserap pada tiga jenis pekerjaan: advertorial di media daring, iklan radio, dan iklan televisi nasional.
proses pelaksaan anggaran komunikasi di Bapenda DKI Jakarta dilakukan melalui penunjukan langsung atau e-katalog. Namun dari penelusuran Monitorindonesia.com, ventor proyek tahun anggaran 2024 yakni Meraki Kreatif Indonesia sudah hilang dari laman Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).
Nilainya tidak kecil. Sebanyak 300 artikel pada media online nasional dianggarkan lebih dari Rp12,24 miliar. Kemudian 1.500 spot radio mencapai Rp7,41 miliar, sementara 100 spot televisi nasional bernilai sekitar Rp6,10 miliar.
Sisanya dialokasikan untuk Google Ads, Google Display Network, YouTube Ads, Push Notification, dan kerja sama dengan sejumlah influencer.
Memasuki 2025, skala anggaran meningkat hampir dua kali lipat. Belanja media melonjak menjadi Rp65,80 miliar, dengan penyedia PT Teman Media Ads. Dari nilai tersebut, sekitar Rp64,94 miliar dialokasikan untuk paket-paket media.
Menariknya, pola belanja tidak banyak berubah. Anggaran kembali terkonsentrasi pada tiga jenis pekerjaan utama: 1.000 spot Radio Blast senilai Rp18,41 miliar; 80 Artikel Blast senilai Rp17,81 miliar; 50 spot iklan TV nasional senilai Rp16,62 miliar. Total ketiganya mencapai sekitar Rp52,84 miliar, atau sekitar 81 persen dari total nilai kontrak.
Dengan kata lain, lebih dari empat perlima anggaran belanja media 2025 hanya mengalir ke tiga jenis pekerjaan tersebut. Di luar paket utama, terdapat pula belanja Google Ads, Meta Ads, YouTube Ads, Push Notification, serta paket influencer Instagram, TikTok, dan YouTube dengan nilai miliaran rupiah.
Masih pada tahun yang sama, Bapenda juga menganggarkan sekitar Rp6,16 miliar untuk pengelolaan layanan media sosial melalui PT Nawa Darsana Teknologi. Paket ini meliputi layanan WhatsApp Business, chatbot, CRM, omnichannel, hingga analisis data media sosial.
Kemudian pada 2026, nilai belanja media memang turun menjadi sekitar Rp49,85 miliar. Namun pola pengadaan tetap dipertahankan. Penyedia berganti menjadi Digital Indo Creative Activation, sementara jenis pekerjaan tetap berkisar pada publikasi media, iklan digital, dan komunikasi publik.
Rangkaian angka tersebut memperlihatkan satu pola yang konsisten: belanja media Bapenda DKI Jakarta meningkat tajam dibanding 2023 dan sebagian besar anggaran setiap tahun terkonsentrasi pada sejumlah paket bernilai besar.
Besarnya nilai kontrak tentu tidak serta-merta menunjukkan adanya penyimpangan. Namun, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, lonjakan anggaran lazim diikuti pertanyaan mengenai dasar kebutuhan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), metode pengadaan, kewajaran harga, serta bukti bahwa seluruh pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai kontrak.
Di titik inilah sejumlah dokumen menjadi penting untuk menjelaskan alur penggunaan uang negara, mulai dari HPS, invoice media, kontrak dengan influencer, bukti tayang iklan, laporan pelaksanaan pekerjaan, hingga evaluasi efektivitas kampanye yang dibiayai puluhan miliar rupiah tersebut.
Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati hingga Jumat hari inio masih bungkam terkait kasus ini. Pesan Whattshap yang dikirimkan Monitorindonesia.com untuk konfirmasi hanya dibaca saja dan tak mau menanggapi.
“Mungkin karena Lusiana Herawati eks pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga tak perlu menggubris audit BPK. Sesama pegawai BPK gak mungkin juga ‘jeruk makan jeruk’ ya. Tak heran ya, apapun yang dilakukan Lusiana aman-aman saja menurut hemat kami selama ini,” ujar Sekjen INDECH Order Gultom di Jakarta, Jumat pagi.[Lin]
A. Kegiatan Belanja Media Tahun 2025 :
Kegiatan Belanja Media
TA 2025,
Kode RUP 55814292
Anggaran Rp. 65.802.259.955.
Penyedia PT Teman Media Ads.
|
RUP |
Nama paket |
Nilai |
|
55814292 |
Paket 50 KOL Sosial Media Mikro |
823,200,000 |
|
55814292 |
Mega influencer Tiktok (SOW by Request) |
248,640,000 |
|
55814292 |
Paket 50rb Iklan melalui Meta Ads (Instagram) |
1,229,312,000 |
|
55814292 |
Mega influencer Instagram (SOW by request) |
554,400,000 |
|
55814292 |
Paket 500 Nano influencer Instagram minimal 100 followers (SOW : Engagement) |
84,000,000 |
|
55814292 |
Paket 50 spot penayangan Iklan di TV Nasional Durasi 30 detik |
16,622,592,000 |
|
55814292 |
Paket Iklan Push Notification 5 juta kali tayang |
380,800,000 |
|
55814292 |
Mega influencer Tiktok min.followers 10jt (SOW by request) |
330,400,000 |
|
55814292 |
Paket 500 Nano influencer Instagram kurang dari 10rb Followers |
411,600,000 |
|
55814292 |
Paket 500 rb views Iklan video Melalui Youtube Ads |
191,520,000 |
|
55814292 |
Paket Google Display Network 1 Tahun (Targeted Audience by request) |
1,646,400,000 |
|
55814292 |
Paket 80 Artikel Blast (include produksi artikel,10 media) |
17,806,880,000 |
|
55814292 |
Mega Influencer Instagram min.followers 10jt (SOW Menyesuaikan) |
834,400,000 |
|
55814292 |
Mega Influencer Youtube minimal subscribers 5 jt (SOW by Request) |
778,400,000 |
|
55814292 |
Paket 100rb Klik Push Notification |
164,640,000 |
|
55814292 |
Mega Influencer Youtube (SOW by request) |
666,400,000 |
|
55814292 |
Paket 50rb Iklan melalui Meta Ads (Facebook/Instagram) |
1,014,160,000 |
|
55814292 |
Paket 1000 spot Radio Blast (minimal 10 Radio+Bonus Spot + sosmed Radio |
18,408,320,000 |
|
55814292 |
Paket 100 rb clicks iklan melalui Google ads SEM |
2,744,000,000 |
|
TOTAL |
64,940,064,000 |
B. Belanja Pengelolaan Sosial Media
|
|
||
|
PENGELOLAAN LAYANAN SOSIAL MEDIA |
||
|
TA : 2025 |
||
|
Kode RUP : 55811182; 56544557 |
||
|
Penyedia : PT NAWA DARSANA TEKNOLOGI |
||
|
Kode RUP |
Nama Paket |
Nilai |
|
55811182 |
SMS LBA/Targetted 500.000 Kuota |
329,280,000 |
|
55811182 |
WhatsApp Push Notifaction 500.000 (Marketing Conversation) |
1,794,240,000 |
|
55811182 |
NAWA Subscription Fee Omnichanel and Interaction 1 Tahun |
134,400,000 |
|
55811182 |
NAWA Chatbot Expert 1 Tahun |
179,760,000 |
|
55811182 |
NAWA Licensi CRM - Agent |
1,740,480,000 |
|
56544557 |
PENGADAAN EKSTRAKSI DAN ANALISIS DATA SOSIAL MEDIA (APBD-P) |
1,983,432,000 |
C. Belanja Media Tahun 2024
|
BADAN PENDAPATAN DAERAH |
||
|
Belanja Media 2024 |
||
|
Pagu : Rp. 32.811.981.751 |
||
|
Penyedia : Meraki Kreatif Indonesia |
||
|
RUP |
Nama Paket |
Nilai Paket |
|
48749049 |
Influencer Mega KOL Youtube |
530,160,000 |
|
48749049 |
Influencer KOL Mega Tiktok |
245,262,500 |
|
48749049 |
influencer KOL Mega Instagram |
552,250,000 |
|
48749049 |
Paket Search Engine Marketing (SEM) |
220,939,341 |
|
48749049 |
Paket 100 spot TVC di TV nasional |
6,100,215,093 |
|
48749049 |
Paket 1500 spot iklan Radio FM |
7,410,427,200 |
|
48749049 |
Paket Google Display Network |
1,250,636,045 |
|
48749049 |
Paket Push Notification Advertising |
240,233,274 |
|
48749049 |
Paket 300 Artikel di Media Online Nasional (Article/Advertorial) |
12,249,955,322 |
|
48749049 |
Paket Youtube Ads |
135,837,088 |
|
48749049 |
Influencer Mega KOL Youtube (5jt Subs) |
620,520,000 |
|
48749049 |
Influencer KOL Tiktok Mega (10jt Fol) |
389,620,002 |
|
48749049 |
Influencer Mega KOL Instagram (10jt Fol) |
979,049,994 |
|
30,925,105,859 |
