Jakarta, MI– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan keluarga balita berinisial I (4), yang meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, menempuh jalur hukum apabila menganggap ada pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Menurut Pramono, pemerintah tidak akan menghalangi langkah hukum yang diambil keluarga korban. Ia menilai peristiwa nahas itu terjadi di luar dugaan, namun tetap menghormati hak keluarga untuk mencari keadilan.
"Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan. Kejadian itu benar-benar di luar dugaan," ujar Pramono, Senin (29/6/2026).
Pramono menjelaskan, lokasi tempat kejadian merupakan proyek milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah dibangun menjadi taman sekaligus lapangan multifungsi. Saat insiden terjadi, korban diketahui sedang menemani ibunya yang berjualan teh di sekitar lokasi.
Peristiwa itu terjadi menjelang tengah malam. Korban diduga masuk ke area proyek yang minim penerangan dan terdapat lubang pengecoran, hingga akhirnya terjatuh ke dalam.
Meski demikian, Pramono memastikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bergerak sejak awal kejadian. Ia mengaku telah menginstruksikan lurah, camat, hingga perangkat wilayah lainnya untuk mendampingi keluarga korban selama proses evakuasi, pemakaman, hingga masa berkabung.
"Kami sudah terlibat sejak awal. Saya sudah memerintahkan camat, lurah, dan jajaran terkait untuk mendampingi keluarga sampai proses pemakaman," katanya.
Sebelumnya, balita berusia empat tahun itu terjebak di dalam lubang proyek selama hampir empat jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas pemadam kebakaran pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 03.55 WIB.
Kepala Sektor Tebet Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Kusnanto, mengungkapkan korban masih dalam keadaan hidup ketika berhasil diangkat dari dasar lubang.
"Korban masih menangis saat digendong anggota kami keluar dari lubang," ujarnya.
Korban kemudian langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.**
