BREAKINGNEWS

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Tawuran Berdarah di Koja, Satu Pembacok Masih Diburu

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Tawuran Berdarah di Koja, Satu Pembacok Masih Diburu
Polisi Ringkus Tiga Pelaku Tawuran Berdarah di Koja, Satu Pembacok Masih Diburu

Jakarta, MI– Polisi bergerak cepat mengungkap kasus tawuran berdarah antarkelompok remaja di kawasan Komplek UKA, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Tiga pelaku berhasil ditangkap, sementara satu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Penyelidikan mengungkap bentrokan yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari itu bermula dari ajakan tawuran yang disebarkan melalui media sosial Instagram. Ajakan tersebut kemudian direspons oleh kelompok lawan hingga kedua kubu sepakat bertemu di lokasi yang telah ditentukan.

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto menjelaskan, sebelum bentrokan pecah, masing-masing kelompok diduga telah mempersiapkan senjata tajam. Sekitar pukul 03.00 WIB, bentrokan tak terhindarkan dan seorang remaja berinisial A (16) menjadi korban pengeroyokan serta pembacokan.

"Ajakan tersebut kemudian direspons oleh salah satu kelompok dengan mengumpulkan anggotanya di sebuah kedai sebelum menuju lokasi yang telah disepakati," kata Kompol Andry Suharto.

Tim gabungan Reserse Jatanras, Resmob Polres Metro Jakarta Utara, dan Unit Reskrim Polsek Koja kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tiga terduga pelaku, yakni AN (18), AA (19), dan AH (17), pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa bilah senjata tajam, satu unit sepeda motor, pakaian yang diduga digunakan saat kejadian, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

"Korban berinisial A (16) mengalami luka akibat diduga menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam saat bentrokan terjadi di sekitar Lapangan Voli Komplek UKA," ujar Andry.

Meski tiga pelaku telah diamankan, polisi memastikan penyelidikan belum berhenti. Satu pelaku berinisial FA yang diduga ikut terlibat dalam aksi kekerasan masih diburu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kompol Andry menegaskan kepolisian tidak akan memberi ruang bagi aksi tawuran yang mengancam keselamatan masyarakat. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari, agar tidak terjerumus dalam aksi kriminal.

"Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi kekerasan maupun tawuran yang meresahkan masyarakat. Kami juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum," tegasnya.

Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, melengkapi alat bukti, serta mendalami peran masing-masing pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi ajakan tawuran yang beredar di media sosial karena dapat berujung pada tindak pidana dan mengancam keselamatan jiwa.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Tawuran Berdarah di Koja, Satu Pembacok Masih Diburu | Monitor Indonesia