BREAKINGNEWS

Dari Teror ke Ruang ICU: Perjuangan Aktivis KontraS Melawan Dampak Air Keras

Andrie Yunus
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo mengungkap kondisi terbaru aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang mengalami luka serius pada bagian mata setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan keterangan resmi rumah sakit, cairan kimia tersebut menyebabkan penurunan tajam fungsi penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea mata korban.

Untuk menangani kondisi tersebut, tim dokter telah melakukan tindakan pembersihan jaringan rusak pada bagian mata kanan serta transplantasi membran amnion yang bertujuan melindungi permukaan mata sekaligus membantu proses penyembuhan jaringan.

Selanjutnya, Andrie menjalani perawatan intensif di High Care Unit (HCU) dengan pemantauan menyeluruh oleh tim medis multidisiplin. Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tenaga medis kegawatdaruratan.

"Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," keterangan RSCM, dikutip Selasa (17/3/2026). 

Pihak rumah sakit memastikan kondisi umum pasien saat ini sudah stabil dan tidak dalam keadaan mengancam jiwa. Fokus penanganan selanjutnya diarahkan pada pemulihan fungsi penglihatan secara bertahap.

"Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan," ungkap RSCM.

Sebagai informasi, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal sesaat setelah menyelesaikan rekaman podcast yang membahas isu remiliterisme dan judicial review di Indonesia. 

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga sekitar 24 persen pada tubuhnya, termasuk pada bagian mata.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini menjadi sorotan publik karena dinilai berkaitan dengan keamanan aktivis dan perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Topik:

Albani Wijaya

Penulis

Video Terbaru