BREAKINGNEWS

Skandal Pelecehan di Kampus Kian Marak, DPR Desak Tindakan Tegas Tanpa Toleransi

Skandal Pelecehan di Kampus Kian Marak, DPR Desak Tindakan Tegas Tanpa Toleransi
Habib Syarief Muhammad (Dok. MI)

Jakarta, MI - Gelombang kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi kembali memicu keprihatinan publik. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengambil langkah terobosan guna menghentikan berulangnya kasus serupa di kampus.

Sorotan terbaru datang dari Universitas Indonesia, tepatnya di Fakultas Hukum, di mana 16 mahasiswa diduga terlibat dalam tindakan pelecehan seksual melalui grup WhatsApp yang digunakan untuk merendahkan mahasiswi. Menanggapi hal ini, Habib Syarief menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku.

“Kita tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual di kampus. Tindakan tegas harus diambil Kemendiktisaintek, termasuk pemberhentian sebagai mahasiswa, agar memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi yang lain,” ujar Habib Syarief, Rabu (15/4/2026).

Ia menilai, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan sekaligus mencederai esensi dunia pendidikan. Kampus, kata dia, seharusnya menjadi ruang untuk menanamkan nilai penghormatan, kesetaraan, dan relasi yang beradab antarindividu.

“Ironisnya, banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di kalangan pelaku pendidikan tinggi di tanah air akhir-akhir ini,” katanya.

Habib Syarief juga menyoroti bahwa kasus serupa tidak hanya terjadi di UI. Dugaan kekerasan seksual sebelumnya juga muncul di Universitas Budi Luhur yang melibatkan dosen terhadap mahasiswa, serta di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang melibatkan mahasiswa terhadap dosen.

Melihat tren yang kian mengkhawatirkan, ia meminta pemerintah melalui Kemendiktisaintek mengambil langkah komprehensif dan tidak lagi menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada masing-masing kampus.

“Penanganan kasus tidak boleh dilakukan secara parsial dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kampus. Ini sudah menjadi persoalan nasional yang membutuhkan intervensi dan kebijakan menyeluruh dari pemerintah,” ujarnya.

Ia  menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi, mulai dari penguatan regulasi, penyediaan mekanisme pelaporan yang aman bagi korban, hingga edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan.

Habib Syarief juga mendorong adanya gebrakan konkret dari pemerintah agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika. Negara tidak boleh abai dalam menjamin perlindungan tersebut,” pungkasnya.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru