“Saya Babat!” Dudung Kirim Peringatan Keras ke Pengelola MBG dan Sekolah Rakyat

Jakarta, MI — Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman melontarkan peringatan keras terkait dugaan praktik tak benar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan tak akan ragu “membabat” jika menemukan penyimpangan di lapangan.
Dalam pernyataannya, Dudung menegaskan bahwa KSP memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus pengawas jalannya program prioritas nasional yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto.
“Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya,” ujar Dudung dikutip Kamis (30/4/2026).
Namun di balik penegasan itu, ia mengirim sinyal keras bahwa pelaksanaan program di lapangan tidak boleh menyimpang dari tujuan awal.
Dudung bahkan menyampaikan ultimatum terbuka kepada pihak-pihak yang mencoba bermain.
“Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena mengindikasikan adanya potensi persoalan dalam implementasi program strategis pemerintah.
MBG, yang digadang sebagai program peningkatan gizi nasional, serta Sekolah Rakyat sebagai solusi akses pendidikan, kini berada dalam pengawasan ketat.
Dudung juga menyinggung pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi jalannya program.
Ia menegaskan bahwa laporan publik akan menjadi dasar tindakan KSP.
Selain itu, ia memperingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan yang marak beredar di media sosial.
“Kalau informasi yang menyesatkan itu disampaikan terus-menerus, lama-lama dianggap benar,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap kritis namun selektif dalam menyaring informasi.
“Oleh karenanya mari mata, telinga kita tetap melihat dan mendengar, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan,” kata Dudung.
Di tengah berbagai sorotan terhadap program MBG belakangan ini, pernyataan Dudung memperkuat kesan bahwa pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyimpangan yang bisa merusak kredibilitas program unggulan.
Ultimatum keras dari KSP kini menjadi ujian nyata: apakah dugaan praktik tak beres dalam program MBG dan Sekolah Rakyat benar-benar akan dibongkar hingga tuntas, atau sekadar berhenti pada peringatan keras tanpa langkah konkret.
Publik menunggu, siapa yang benar-benar akan “dibabat” jika pelanggaran terbukti terjadi.
Topik:
