Audit Sektor Strategis Disorot Usai Anggota BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran

Jakarta, MI — Kematian tragis auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh, dalam peristiwa kebakaran rumah di Jakarta Selatan memantik sorotan luas publik.
Di tengah posisinya sebagai auditor yang mengawasi sektor-sektor strategis bernilai triliunan rupiah, muncul pertanyaan mengenai audit besar apa yang sebenarnya sedang ditangani sebelum ia meninggal dunia.
Poster bergambar Haerul Saleh yang berseliweran di media sosial turut memperkuat perhatian publik terhadap kasus tersebut. Narasi yang beredar menyoroti pentingnya transparansi pengawasan keuangan negara serta perlunya pengusutan mendalam atas kematian auditor negara tersebut.
Haerul Saleh diketahui merupakan auditor yang menangani pengawasan pada sektor pangan, sumber daya alam (SDA), energi, infrastruktur hingga pertanian. Sektor-sektor tersebut selama ini dikenal memiliki anggaran jumbo dan rawan penyimpangan proyek maupun permainan anggaran.
Sorotan publik semakin tajam lantaran posisi Anggota IV BPK RI memang memiliki lingkup strategis dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada bidang pangan, SDA, dan infrastruktur.
Posisi tersebut membawahi Auditorat Utama Keuangan Negara IV (AKN IV) yang bertugas memastikan akuntabilitas kementerian, lembaga, hingga BUMN di sektor-sektor vital.
Dalam lingkup instansi pemerintah, pemeriksaan BPK IV mencakup sejumlah kementerian besar seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tak hanya itu, BPK IV juga memiliki kewenangan memeriksa sejumlah BUMN besar yang mengelola proyek dan anggaran jumbo negara. Di sektor energi dan pertambangan misalnya terdapat PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), hingga holding industri pertambangan MIND ID.
Sementara di sektor infrastruktur, pemeriksaan mencakup BUMN karya dan perusahaan konstruksi yang terlibat dalam proyek strategis nasional. Pada sektor pangan, audit juga menyentuh BUMN yang bergerak di bidang logistik dan ketahanan pangan nasional.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan pun bukan sekadar audit administrasi biasa. Pemeriksaan meliputi audit keuangan untuk memberikan opini atas laporan keuangan negara, pemeriksaan kinerja guna menilai efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran, hingga Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) yang dapat berkembang menjadi audit investigatif apabila ditemukan indikasi penyimpangan maupun kerugian negara.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Kurnia Zakaria, mendesak aparat kepolisian mengusut kasus tersebut secara lebih dalam dan transparan. Kepada Monitorindonesia.com, Sabtu (9/5/2026), Kurnia menegaskan polisi tidak boleh terburu-buru menyimpulkan kematian korban semata-mata sebagai musibah kebakaran biasa sebelum seluruh fakta dibuka secara terang.
“Polisi harus mendalami apakah ada kaitan dengan pekerjaan audit yang sedang ditangani korban. Semua dokumen, perangkat digital, hingga riwayat pemeriksaan harus diamankan. Jangan sampai ada fakta penting yang hilang,” tegas Kurnia Zakaria.
Menurutnya, posisi auditor negara sangat rentan karena berhubungan langsung dengan pengawasan anggaran besar dan proyek strategis yang melibatkan banyak kepentingan.
Karena itu, setiap kematian auditor aktif wajib diusut secara menyeluruh demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan sistem pengawasan negara.
Kurnia juga mengingatkan agar aparat tidak menutup ruang publik untuk mendapatkan informasi yang transparan mengenai perkembangan penyelidikan. Ia menilai keterbukaan penting agar tidak muncul spekulasi liar yang semakin memperkeruh keadaan.
“Kalau pengusutan dilakukan setengah-setengah, publik akan semakin curiga. Negara harus hadir memastikan kasus ini dibuka terang-benderang,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci proyek atau audit spesifik yang tengah ditangani Haerul Saleh sebelum meninggal dunia. Aparat diminta bergerak cepat mengusut tuntas penyebab kebakaran sekaligus memastikan seluruh dokumen pemeriksaan tetap aman.
Adapun Haerul Saleh meninggal dunia dalam kebakaran rumahnya di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 07.55 WIB.
“Berdasarkan informasi dari RT setempat melihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar, diduga api berasal dari sisa-sisa thinner bekas renovasi rumah,” ujar Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, dalam keterangannya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan penyisiran dan menemukan jenazah Haerul Saleh di lokasi kejadian.
“Saat ini jenazah telah dibawa ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut,” kata Asril.
Di sisi lain, terdapat kasus yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret pejabat Auditorat IV BPK RI.
Informasi yang diperoleh Monitorindonesia.com pada Kamis (20/11/2025), KPK memeriksa Kepala Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV BPK RI, Padang Pamungkas, di Gedung Merah Putih KPK. Selain itu, Auditor BPK RI Yudy Ayodya Baruna juga diperiksa di kantor BPK RI. Keduanya diperiksa kurang lebih selama delapan jam.
Monitorindonesia.com pada Jumat (21/11/2025) telah mengonfirmasi pemeriksaan tersebut kepada Yudy Ayodya Baruna, namun belum mendapat respons.
Sementara itu, konfirmasi juga telah dilayangkan kepada Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Ketua BPK RI Isma Yatun, serta Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK RI R Yudi Ramdan Budiman. Namun hingga saat itu belum ada jawaban resmi.
Kendati demikian, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya pemeriksaan terhadap pejabat BPK tersebut. Karena masih dalam tahap penyelidikan, KPK belum membuka detail perkara yang sedang diusut.
“Masih di tahap lidik (penyelidikan), belum bisa disampaikan,” kata Budi, Jumat (21/11/2025).
Di lain sisi, Monitorindonesia.com memperoleh informasi bahwa pejabat BPK tersebut diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai saksi terkait dugaan korupsi di Kementerian Pertanian, Kementerian PU, dan Kementerian ESDM.
Adapun sebelumnya Monitorindonesia.com juga telah memberitakan sejumlah pemeriksaan terkait kasus tersebut, di antaranya pemeriksaan Kepala Auditor BPK Padang Pamungkas terkait penyelidikan korupsi di kementerian, pemeriksaan auditor Yudy Ayodya Baruna di kantor BPK, hingga langkah KPK mendatangi kantor BPK dalam proses penyelidikan perkara.
Topik:
