Jakarta, MI– Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menargetkan penanaman dua miliar pohon di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan iklim sekaligus menekan risiko bencana lingkungan yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Target ambisius tersebut disampaikan Jumhur saat Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.
"Kementerian Lingkungan Hidup melaksanakan penanaman pohon secara masif dengan target dua miliar pohon di seluruh Indonesia," kata Jumhur.
Menurutnya, pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain menyerap emisi karbon, pohon juga meningkatkan daya serap air, mengurangi potensi banjir, menjaga kesuburan tanah, dan melindungi keanekaragaman hayati.
Program penanaman pohon tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan batas waktu pelaksanaan target tersebut.
Sebagai langkah awal, Jumhur bersama Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono melakukan penanaman pohon di kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur.
Dalam kesempatan yang sama, Jumhur mengingatkan bahwa kondisi lingkungan global saat ini tengah menghadapi tekanan serius akibat perubahan iklim dan pencemaran. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan "pertobatan ekologis" melalui perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
"Pertobatan ekologis bukan sekadar kata-kata, tetapi panggilan untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan alam, menyadari dampak dari setiap tindakan, dan melakukan aksi nyata menjaga bumi," ujarnya.
Ia menegaskan, menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral dan sosial yang harus dijalankan demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
Selain gerakan penghijauan, Jumhur juga mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pengembangan ekonomi sirkular melalui bank sampah dan berbagai inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
"Mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan ekonomi sirkular, termasuk melalui bank sampah dan inisiatif lokal lainnya serta menerapkan prinsip 3R untuk mengurangi pencemaran," tegasnya.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 itu, Jumhur juga berdialog secara virtual dengan sejumlah kepala daerah mengenai upaya penanganan sampah dan pelestarian lingkungan. Salah satunya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melaporkan keberhasilan program penghijauan dan penanaman mangrove di wilayahnya.
Sementara itu, pakar lingkungan Prof. Emil Salim mengingatkan pentingnya mengubah paradigma pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam siklus ekonomi.
"Jangan melihat sampah sebagai buangan, tetapi menjadikan sampah sebagai sumber kehidupan yang bisa bermanfaat bagi manusia," kata Emil Salim.
Pemerintah berharap gerakan penanaman dua miliar pohon dan penguatan pengelolaan sampah dapat menjadi bagian penting dalam upaya nasional menghadapi krisis iklim serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.**

