Jakarta, MI– Sejumlah investor proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Menteng, Jakarta Pusat, untuk menuntut kejelasan nasib investasi yang telah mereka tanamkan.
Aksi protes tersebut dipicu belum beroperasinya sejumlah dapur MBG yang telah dibangun selama tujuh bulan terakhir.
Para investor mengaku telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membangun fasilitas dapur MBG di berbagai daerah, termasuk kawasan Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Namun hingga kini, fasilitas yang telah rampung dibangun disebut belum memiliki kepastian operasional.
Situasi di kantor BGN sempat memanas. Dalam sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat adu argumen antara investor dan petugas keamanan. Massa mendesak pemerintah segera memberikan kepastian terkait kelanjutan program serta nasib investasi yang telah dikeluarkan.
Salah seorang investor menyampaikan kekecewaannya karena proyek yang telah dijalankan selama berbulan-bulan belum menghasilkan kejelasan.
"Selama tujuh bulan, kawan-kawan di daerah membangun dapur dengan biaya miliaran rupiah. Sampai hari ini tidak ada kejelasan. Kami butuh negara hadir," ujarnya saat menyampaikan protes.
Aksi tersebut terjadi di tengah mencuatnya persoalan dugaan dana talangan proyek MBG senilai Rp218 miliar yang dikaitkan dengan pengelolaan program pada periode kepemimpinan sebelumnya. Kondisi itu semakin memperbesar kekhawatiran para investor mengenai kepastian pengembalian dana dan keberlanjutan proyek.
Para investor juga mempertanyakan masa depan program MBG setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakil kepala badan tersebut terseret proses hukum oleh Kejaksaan Agung.
Menanggapi tuntutan itu, Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan dirinya tidak terlibat dalam berbagai kesepakatan yang dibuat oleh manajemen sebelumnya. Meski demikian, ia berjanji akan mempelajari persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan DPR serta instansi terkait untuk mencari jalan keluar.
Nanik menyatakan BGN terbuka terhadap aspirasi para investor dan akan berupaya mencari solusi agar persoalan yang membelit proyek dapur MBG tidak semakin merugikan pihak-pihak yang telah berinvestasi.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan investasi dalam jumlah besar dan menyangkut keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Para investor berharap pemerintah segera memberikan kepastian hukum dan operasional agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sesuai tujuan awal program.**

