BREAKINGNEWS

Pertamax Naik, KRL Penuh: Penumpang Green Line Melonjak Tembus 161 Persen

Pertamax Naik, KRL Penuh: Penumpang Green Line Melonjak  Tembus 161 Persen
Penumpang KRL di stasiun Tanah Abang Jakarta, membludak.

Jakarta, MI– Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter berpotensi mendorong semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi umum. Di tengah kondisi tersebut, KRL Commuter Line Rangkasbitung atau Green Line justru sudah lebih dulu menghadapi lonjakan penumpang yang membuat gerbong semakin sesak.

Data PT KAI Commuter menunjukkan jumlah pengguna Green Line terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 jumlah penumpang tercatat 42,1 juta orang, naik menjadi 43,3 juta pada 2022, kemudian melonjak ke 62 juta pada 2023, 69,9 juta pada 2024, dan mencapai 77,5 juta penumpang sepanjang 2025.

Sementara itu, hanya dalam periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna Green Line sudah mencapai 33,39 juta penumpang.

Lonjakan tersebut menjadikan lintas Tanah Abang–Rangkasbitung sebagai salah satu jalur KRL dengan tingkat kepadatan tertinggi di Jabodetabek. Tingkat okupansi pada jam sibuk bahkan mencapai 161 persen, jauh di atas lintas Bogor yang berada di kisaran 130 persen dan Bekasi-Cikarang sekitar 140 persen.

Kondisi ini membuat penumpang harus berdesakan hampir setiap hari, terutama pada jam keberangkatan kerja dan pulang kantor.

"Jam enam pagi saja gerbong sudah sangat padat. Saat kereta masuk stasiun besar seperti Jurangmangu, penumpang tetap memaksa masuk meski kondisi sudah penuh," ujar Fami, salah seorang pengguna KRL dari Parung Panjang.

Menurutnya, kepadatan ekstrem membuat kenyamanan penumpang menurun drastis. Ruang gerak terbatas dan sirkulasi udara di dalam gerbong menjadi tidak optimal akibat tingginya jumlah penumpang.

Di sisi lain, KAI mengakui pertumbuhan jumlah pengguna belum sepenuhnya diimbangi peningkatan kapasitas layanan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan pasokan listrik dan sistem persinyalan yang belum sepenuhnya modern.

Saat ini Green Line masih menggunakan daya listrik 3.000 volt, sehingga rangkaian 12 kereta (SF12) belum dapat dioperasikan secara maksimal. Akibatnya, layanan masih mengandalkan rangkaian 8 hingga 10 kereta.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian tengah menyiapkan 11 gardu traksi baru serta modernisasi sistem persinyalan. Langkah ini diharapkan memungkinkan pengoperasian rangkaian 12 kereta sekaligus memperpendek waktu tunggu antarkereta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas Green Line menjadi prioritas karena jumlah pengguna KRL Jabodetabek kini secara rutin menembus lebih dari satu juta penumpang per hari.

Kenaikan harga Pertamax diperkirakan dapat semakin memperkuat tren perpindahan masyarakat ke transportasi massal. Namun tanpa percepatan penambahan kapasitas, kepadatan di Green Line berpotensi semakin parah dan membuat perjalanan harian komuter kian tidak nyaman.

Dengan okupansi yang sudah mencapai 161 persen, Green Line kini menjadi simbol tantangan transportasi perkotaan: jumlah penumpang terus melonjak, sementara kapasitas layanan masih berjuang mengejar kebutuhan masyarakat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Pertamax Naik, KRL Penuh: Penumpang Green Line Melonjak Tem | Monitor Indonesia