BREAKINGNEWS

Istana Klaim APBN Hemat Rp300 Triliun, Program MBG Siap Dievaluasi

Istana Klaim APBN Hemat Rp300 Triliun, Program MBG Siap Dievaluasi
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari

Jakarta, MI– Pemerintah akhirnya merespons berbagai tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi besar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

Istana menegaskan bahwa sejumlah kritik yang disampaikan massa aksi, mulai dari dugaan pemborosan APBN, kenaikan harga BBM, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah menjadi perhatian pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari menyatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru sedang menjalankan agenda besar penghematan dan pembenahan tata kelola negara.

Menurut Qodari, tuntutan mahasiswa terkait penghentian pemborosan anggaran negara dinilai tidak sejalan dengan langkah yang selama ini ditempuh pemerintah. Ia mengklaim pemerintah telah memangkas berbagai belanja yang dianggap tidak mendesak sehingga berhasil menghemat anggaran hingga sekitar Rp300 triliun.

"Yang dilakukan Presiden Prabowo justru menghentikan pemborosan di berbagai sektor dan menutup kebocoran anggaran negara," ujar Qodari, Sabtu (13/6/2026).

mahasiswa-ui-menuntut-hentikan-pemborosan-apbn,-turunkan-bbm-dan-stop-mbg.

Ia menegaskan bahwa penghematan tersebut bukan sekadar pemangkasan belanja, tetapi juga bagian dari upaya memperbaiki tata kelola aset negara, termasuk melalui pembentukan Danantara yang disebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan kekayaan negara secara lebih transparan dan produktif.

Qodari bahkan menyebut Presiden Prabowo berada di garis depan dalam upaya memberantas kebocoran anggaran.

"Presiden adalah panglima paling depan dalam melawan kebocoran anggaran negara," tegasnya.

Selain soal APBN, pemerintah juga menanggapi tuntutan mahasiswa terkait lonjakan harga BBM nonsubsidi yang belakangan memicu keresahan masyarakat. Menurut Istana, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari gejolak pasar energi global serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Pemerintah, kata Qodari, tengah mempercepat berbagai program ketahanan energi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasokan luar negeri. Beberapa strategi yang sedang dijalankan antara lain pengembangan biodiesel B50 untuk solar dan bahan bakar campuran etanol E20 untuk bensin.

Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan dan tidak mengalami kenaikan.

"BBM bersubsidi tidak naik dan tetap dijaga pemerintah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Istana juga membuka ruang evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang belakangan menjadi sorotan publik. Evaluasi disebut akan dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Respons Istana ini muncul setelah aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta menyuarakan berbagai tuntutan terkait kondisi ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, hingga tata kelola program-program pemerintah.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Istana Klaim APBN Hemat Rp300 Triliun, Program MBG Siap Diev | Monitor Indonesia