Yogyakarta, MI– Diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah di Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir ricuh setelah sekelompok mahasiswa menggeruduk forum dan menuntut acara dihentikan.
Dalam insiden tersebut, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengaku menjadi korban dugaan tindakan fisik.
Sudaryono menyatakan dirinya merasakan pukulan dan terkena lemparan air ketika situasi diskusi berubah tidak kondusif.
Demi alasan keamanan, ia bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko akhirnya dievakuasi dari lokasi.
"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," kata Sudaryono.
Kericuhan terjadi saat ketiga pejabat tersebut mengikuti forum diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Menurut Sudaryono, acara yang telah mengantongi izin kampus itu awalnya berlangsung normal selama sekitar 30 hingga 40 menit.
Namun suasana berubah ketika sekelompok mahasiswa mendatangi lokasi dan meminta forum dihentikan. Aksi protes kemudian berkembang menjadi ketegangan yang memicu saling dorong, pelemparan air, hingga dugaan pemukulan.
Meski demikian, Sudaryono membantah tudingan bahwa dirinya meninggalkan lokasi untuk menghindari dialog. Ia menegaskan justru datang ke kampus untuk berdiskusi dan mendengarkan kritik mahasiswa.
"Kalau ada yang mengatakan kami kabur, itu tidak tepat. Kami datang untuk berdialog. Bahkan setelah keluar, kami sempat duduk bersila di jalan untuk melanjutkan diskusi dengan mahasiswa," tegasnya.
Dalam forum yang berlangsung spontan di luar lokasi acara, mahasiswa menyampaikan berbagai kritik kepada pemerintah, terutama terkait persoalan agraria, pertanahan, dan dugaan penggusuran yang dinilai merugikan masyarakat.
Sudaryono mengaku terbuka terhadap seluruh kritik yang disampaikan dan siap memverifikasi berbagai persoalan yang menjadi keluhan mahasiswa. Namun ia menyayangkan diskusi yang semestinya menjadi ruang pertukaran gagasan justru berakhir dengan kericuhan.**

