Jakarta, MI - Roy Suryo dan dr Tifa, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) pada Senin (22/6/2026) pagi.
Meski berstatus tersangka, keduanya tidak ditahan. Kejaksaan menyetujui permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh pihak keluarga dan kuasa hukum. Usai proses pelimpahan, Roy Suryo dan dr Tifa meninggalkan kantor kejaksaan sekitar pukul 16.58 WIB.
Kepala Kejari Jakarta Selatan, Marcelo Bellah, menyebut keputusan tersebut diambil setelah tim jaksa penuntut umum mempertimbangkan permohonan yang diajukan.
Selain itu, keluarga Roy Suryo dan dr Tifa juga menyatakan siap menjadi penjamin.
"Serta surat pernyataan dari para tersangka yang akan senantiasa kooperatif memenuhi segala kewajiban dan aturan yang berlaku, dan tidak akan mengulangi perbuatan dimaksud, menjaga situasi kondusif, maka sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan," ujar Marcelo kepada wartawan.
Marcelo juga mengungkapkan, jaksa telah menerima ratusan barang bukti dari polisi. Mayoritas barang bukti itu merupakan dokumen.
"Barang bukti yang turut diserahkan pada hari ini ada sejumlah 714 item yang terdiri dari beberapa jenis yang didominasi, yang pertama, sejumlah dokumen, buku, handphone, dan flashdisk yang berisi tautan maupun video-video yang ada hubungan dan kaitannya dengan perkara ini," jelasnya.
Sementara itu, usai dipastikan tidak ditahan, Roy Suryo berterima kasih ke banyak pihak. Ia mengaku bersyukur tidak ditahan di kasus tersebut.
"Alhamdulillah, saya secara pribadi, Roy Suryo Notodiprojo, ya menghaturkan banyak terima kasih untuk yang terjelas adalah kepada sahabat setia saya, dr. Tifauzia Tyasuma ya, yang terus kami terus berjuang," ucap Roy Suryo.
Sementara itu, dr Tifa juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan meyakini bahwa Presiden memiliki peran dalam keputusan dirinya tidak ditahan
"Ada satu hal yang sangat penting ya. Tadi saking terharunya sampai kelupaan ya. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, karena beliau sangat andil, saya yakin beliau berandil di dalam bagaimana kita berjuang ini," pungkanya.
