BREAKINGNEWS

TNI Lumpuhkan Pimpinan OPM, 54 Anggota Ditangkap dan Puluhan Senjata Api Disita

TNI Lumpuhkan Pimpinan OPM, 54 Anggota Ditangkap dan Puluhan Senjata Api Disita
TNI Lumpuhkan Pimpinan OPM, 54 Anggota Ditangkap dan Puluhan Senjata Api Disita

Jakarta, MI– TNI mengklaim berhasil menekan aktivitas kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui serangkaian operasi sepanjang Semester I 2026. Dalam operasi yang digelar di wilayah Papua, pasukan di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III disebut melumpuhkan pimpinan beserta puluhan anggota OPM, menangkap puluhan anggota lainnya, sekaligus menyita puluhan senjata api dan ratusan butir amunisi.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan operasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Paparan tersebut disampaikan saat laporan kinerja Semester I Tahun Anggaran 2026 di Markas Kogabwilhan III, Timika, Papua Tengah.

Menurut Lucky, tindakan terhadap kelompok bersenjata dilakukan sebagai langkah terakhir ketika prajurit menghadapi ancaman yang membahayakan keselamatan personel maupun masyarakat.

"Tindakan tegas dan terukur dilakukan secara profesional berdasarkan rules of engagement (ROE) dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia," ujar Letjen Lucky.

Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dijalankan TNI di Papua.

"Prinsip salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi menjadi pedoman utama bagi prajurit dalam menghadapi situasi genting di lapangan," katanya.

Selain melumpuhkan sejumlah anggota OPM, TNI mengklaim berhasil mengamankan puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, berbagai jenis senjata lainnya, serta ganja yang diduga dikuasai kelompok bersenjata tersebut. Menurut Lucky, penyitaan senjata menjadi langkah penting untuk mencegah serangan lanjutan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

Ia juga menyinggung tewasnya pilot PT AMA, Kapten Nicholas, sebagai salah satu contoh dampak aksi kelompok bersenjata di Papua.

Dalam pemaparannya, Lucky menyebut kelompok OPM diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan, mulai dari teror, intimidasi, perampokan, pembakaran sekolah, gereja, dan fasilitas umum, hingga dugaan tindak pidana berat terhadap warga sipil.

Selain operasi tempur, TNI juga mengungkap perkembangan penegakan hukum terhadap anggota kelompok bersenjata. Sebanyak 54 anggota OPM telah ditangkap dan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, sebanyak 59 anggota OPM aktif disebut memilih kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah tidak lagi ingin terlibat dalam aksi kekerasan.

Tak hanya menyasar kelompok bersenjata, Kogabwilhan III bersama Bea Cukai, Aviation Security (Avsec), pemerintah daerah, dan instansi terkait juga mengintensifkan operasi pemberantasan jaringan penyelundupan. Sasaran operasi meliputi peredaran narkotika, penyelundupan senjata api dan amunisi, perdagangan satwa dilindungi, distribusi BBM ilegal, hingga peredaran minuman keras ilegal yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Papua dan kawasan Indonesia Timur.

Di sektor laut, TNI mengklaim berhasil menggagalkan sejumlah upaya penyelundupan melalui jalur perairan. Sementara di sektor udara, pesawat tempur TNI disebut beberapa kali mencegah masuknya pesawat asing tanpa izin serta memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kapal asing di wilayah Indonesia.

Lucky menambahkan, operasi TNI saat ini difokuskan untuk memutus jalur penyelundupan senjata menuju kelompok OPM. Ia juga mengungkapkan sejumlah senjata api otomatis yang berhasil disita memiliki spesifikasi yang belum pernah digunakan oleh TNI maupun aparat penegak hukum di Indonesia.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

TNI Lumpuhkan Pimpinan OPM, 54 Anggota Ditangkap dan Puluhan | Monitor Indonesia