Banten, MI – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung jalan nasional Serdang–Bojonegara–Merak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Senin malam (6/7). Menteri Dody Hanggodo didampingi Gubernur Banten, Andra Soni.
Kegiatan dilakukan untuk memastikan penanganan ruas jalan strategis tersebut berjalan optimal sekaligus menyiapkan pengembangannya menjadi 4 lajur guna meningkatkan konektivitas kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman di Provinsi Banten.
Usai melakukan peninjauan,
Menteri Dody mengatakan penanganan yang tengah berlangsung merupakan langkah awal untuk meningkatkan pelayanan jalan, sebelum dilanjutkan dengan pengembangan ruas menjadi 4 lajur. Pengembangan ruas ini direncanakan sekitar 10 km mulai dari Simpang Seruni hingga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
"Dari hasil diskusi dengan Pak Gubernur dan Pak Wakil Bupati, kami berharap ruas ini nantinya dapat ditingkatkan menjadi empat lajur. Pemerintah Provinsi Banten sedang menyusun Detailed Engineering Design (DED), selanjutnya Kementerian PU akan menyiapkan skema pendanaannya, sementara pemerintah daerah mendukung penyiapan lahannya sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan," kata Menteri Dody.
Menteri Dody juga menegaskan, peningkatan kapasitas jalan tidak hanya bertujuan mendukung aktivitas kawasan industri, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses jalan yang lebih aman dan nyaman.
"Yang paling penting, masyarakat tetap menjadi prioritas. Anak-anak yang berangkat ke sekolah, masyarakat yang menuju rumah sakit maupun pengguna jalan lainnya harus tetap dapat beraktivitas dengan aman. Di sisi lain, kawasan industri juga harus terus bergerak agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Banten," ujar Menteri Dody.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi respon cepat Kementerian PU dalam menindaklanjuti usulan pelebaran ruas Serdang–Bojonegara–Merak yang menjadi akses utama kawasan industri, pelabuhan, pertambangan, sekaligus kawasan permukiman. Pemerintah Provinsi Banten juga telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan DED yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
"Kami menyampaikan kepada Pak Menteri PU bahwa kondisi jalan ini sudah tidak memadai untuk mendukung kawasan industri yang menjadi pusat hilirisasi sekaligus melayani mobilitas masyarakat. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku industri agar pelebaran jalan dapat segera direalisasikan," ujar Gubernur Andra.
Ruas Jalan Nasional Serdang–Bojonegara–Merak memiliki total panjang 31,42 km, dengan penanganan saat ini sepanjang 18,93 km. Pekerjaan dilaksanakan melalui skema multiyears contract (MYC) TA 2025–2027 dengan jumlah anggaran sebesar Rp138 miliar.
Penanganan yang tengah dilaksanakan meliputi rekonstruksi jalan menggunakan rigid pavement setebal 30 cm dengan memanfaatkan ruang sempadan jalan yang tersedia, yaitu masing-masing sekitar 1 meter di sisi kiri dan kanan jalan. Penanganan dilakukan untuk meningkatkan daya dukung ruas jalan terhadap tingginya lalu lintas kendaraan berat.
