BREAKINGNEWS

Orang Sumatra Panic Buying, Penyebab Antrean BBM Mengular Meski Stok Dipastikan Aman

Orang Sumatra Panic Buying, Penyebab Antrean BBM Mengular Meski Stok Dipastikan Aman
Bobby Nasution Kerahkan TNI-Polri Bantu Pertamina Atasi Antrean Panjang di SPBU

Jakarta, MI– Gelombang panic buying yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra disebut menjadi salah satu pemicu utama antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. 

Masyarakat berbondong-bondong membeli BBM, terutama Pertalite dan Solar, meski Pertamina menegaskan stok bahan bakar dalam kondisi aman.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengatakan lonjakan pembelian terjadi bersamaan dengan meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi. Kondisi tersebut memperparah gangguan distribusi yang sebelumnya telah terjadi di sejumlah daerah di Sumatra.

"Masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatra yang juga dipengaruhi peralihan konsumsi ke BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar," ujar Taufik dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI.

Menurut Pertamina, persoalan yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan stok BBM, melainkan distribusi yang sempat terganggu. Akibatnya, pengisian ulang di sejumlah SPBU terlambat, sementara permintaan masyarakat meningkat tajam.

Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution juga menegaskan bahwa stok BBM tetap tersedia. Ia menjelaskan hambatan utama berasal dari distribusi setelah jumlah pengemudi truk tangki berkurang akibat pemberhentian massal, sehingga banyak armada tidak dapat beroperasi secara normal.

"Stok aman dan pasokan tetap berjalan. Persoalannya bukan pada ketersediaan BBM, tetapi distribusinya," kata Bobby.

Situasi tersebut diperburuk oleh meningkatnya kebutuhan BBM sekitar 5-10 persen seiring kembali normalnya aktivitas sekolah, perkantoran, dan mobilitas masyarakat. Ketika kabar antrean mulai menyebar, sebagian warga memilih membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sehingga antrean di SPBU semakin panjang.

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina Patra Niaga menambah armada mobil tangki, memperkuat jumlah awak mobil tangki (AMT), mengoperasikan terminal BBM dan sejumlah SPBU selama 24 jam, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan mitra transportasi.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, memastikan langkah tersebut mulai membuahkan hasil.

"Kami meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujarnya.

Pertamina juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang mengganggu distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Perusahaan memastikan kelangkaan yang sempat terjadi bersifat sementara dan bukan karena stok BBM nasional menipis.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Orang Sumatra Panic Buying, Penyebab Antrean BBM Mengular Meski Stok Dipastikan Aman | Monitor Indonesia