Jakarta, MI - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Sebanyak 33.785 peserta dinyatakan lulus dan siap ditempatkan untuk memperkuat pengelolaan koperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Upacara penutupan digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026), dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo selaku pembina upacara.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan pemeriksaan pasukan peserta SPPI yang hadir di lapangan. Sekitar 3.500 peserta mengikuti upacara secara langsung di Halim Perdanakusuma, sementara peserta lainnya mengikuti penutupan di lokasi pelatihan masing-masing di seluruh Indonesia.
Dalam prosesi penutupan, Tri Budi secara resmi mengakhiri pelaksanaan diklat gelombang pertama.
"Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Jumat, 31 Juli 2026 pukul 08.22 WIB, Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup," ujar Tri Budi.
Usai upacara, Tri menjelaskan seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan kini siap mengemban tugas sebagai penggerak pengelolaan koperasi di daerah.
"Seluruh peserta di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta saja, yang sudah bisa menyelesaikan pendidikan dan latihan ini berjumlah 33.785 orang dan semuanya siap ditempatkan dan bekerja di seluruh KDKMP dan KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Tri.
Ia menambahkan, para lulusan terlebih dahulu akan kembali ke daerah asal masing-masing sebelum mengikuti proses penempatan yang akan diatur oleh panitia pusat bersama Badan Pengelola BUMN.
Dari total lulusan tersebut, sebanyak 28.626 orang merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sedangkan 5.159 orang lainnya akan bertugas sebagai calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih.
Program diklat ini berlangsung selama sekitar 1,5 bulan, mulai 17 Juni hingga 31 Juli 2026, di berbagai fasilitas pendidikan dan pelatihan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Awalnya, program dialokasikan untuk 35.476 peserta yang terdiri atas 30.000 peserta KDKMP dan 5.476 peserta KNMP. Namun, sebanyak 33.785 peserta hadir dan seluruhnya dinyatakan lulus.
Selama mengikuti pendidikan, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran mengenai tata kelola koperasi, tetapi juga dibekali materi kepemimpinan, disiplin, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta nilai-nilai bela negara.
Menurut Tri, pembekalan tersebut dirancang untuk membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, nasionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
"Seluruh pembekalan tersebut merupakan modal penting untuk melaksanakan tugas secara profesional, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, para lulusan akan menjadi bagian penting dalam menjalankan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
"Bekal yang telah Saudara peroleh menjadi semakin penting karena akan diimplementasikan dalam mendukung salah satu program prioritas nasional yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Tri.
Melalui penempatan ribuan lulusan SPPI sebagai manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berharap tata kelola koperasi di tingkat desa, kelurahan, hingga kawasan pesisir semakin profesional, transparan, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
