Jakarta, MI - Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyatakan mengakhiri keterlibatannya dalam polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah sekitar satu tahun mengikuti polemik tersebut, ia memilih kembali fokus pada bidang keilmuan kesehatan.
Keputusan itu disampaikan melalui video di kanal YouTube pribadinya. Tifa menilai tugasnya sebagai ilmuwan dan peneliti terkait polemik ijazah telah tuntas.
Selama ini, Tifa bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar mengaku melakukan kajian menggunakan pendekatan anatomi, morfologi, perilaku, hingga neuropolitik. Hasil analisis tersebut kemudian dirangkum dalam buku Jokowi's White Paper.
“Dan satu tahun ini, saya berpikir bahwa untuk saya tuh enough ya, cukup. Karena tugas saya sebagai ilmuwan, sebagai peneliti sudah saya tunaikan. Ihwal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ijazah tersebut, terutama dari sisi domain pengetahuan maupun kompetensi yang saya miliki,” kata Tifa, dikutip Rabu (5/8/2026).
Tifa juga mengungkapkan selama sekitar 450 hari dirinya menjalani berbagai proses hukum, mulai dari saksi, terlapor, tersangka, hingga terdakwa. Pada 23 Juli 2026, Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutus dirinya bebas dari seluruh dakwaan.
Menurutnya, putusan itu menjadi titik balik untuk menutup bab polemik ijazah dan kembali menekuni dunia kesehatan.
Sebagai penanda langkah tersebut, Tifa akan meluncurkan buku ketujuh berjudul "Kontroversi Vaksin" pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 RI.
“Ini kembali lagi menjadi momentum bagi saya untuk memerdekakan diri saya sendiri dari persoalan polemik ijazah,” ujarnya.
Meski menyatakan mundur dari polemik, Tifa menegaskan tetap bersedia apabila diminta memberikan keterangan sebagai ahli maupun saksi fakta dalam persidangan yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Baginya, keputusan itu bukan berarti menghentikan perjuangan, melainkan mengembalikan fokus pada bidang keilmuan yang telah lama ditekuninya.
“Ya, buku Kontroversi Vaksin ini menjadi sebuah momentum bagi saya untuk hijrah dan kembali kepada domain keilmuan saya yaitu ilmu kesehatan. Mudah-mudahan semua pihak memahami keputusan saya. Perjuangan untuk menegakkan kebenaran, terutama bagi kebaikan dan kepentingan umat manusia, terus saya jalankan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak terkait atas pernyataan Dokter Tifa. Seluruh pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya.
