Jakarta, MI — Rentetan kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan tajam Komisi V DPR. DPR meminta pemerintah tidak berhenti pada investigasi, tetapi memastikan keselamatan pelayaran diperbaiki dan hak para korban dipenuhi.
Sorotan itu disampaikan dalam rapat Komisi V DPR bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dan Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ketua Komisi V DPR Lasarus menyoroti sejumlah kecelakaan kapal, di antaranya KMP Putri Yasmin, KMP Mutiara Sentosa II, KMP Prince Soya, dan KMP Nurul Salsa.
Rentetan insiden tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa penumpang. DPR menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban.
"Komisi V mengatakan dukacita mendalam, kami doakan semoga seluruh korban jiwa diterima di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," kata Lasarus.
DPR juga meminta perhatian serius diberikan kepada korban yang mengalami luka dan masih menjalani perawatan.
"Untuk para korban luka dan masih dirawat di RS dan dalam pemulihan agar segera bisa sembuh kembali," ujarnya.
Namun, bagi Komisi V, persoalan tidak boleh berhenti pada penyampaian belasungkawa. Pemerintah diminta mengambil tanggung jawab konkret terhadap korban dan keluarganya.
Lasarus secara tegas meminta pemerintah memastikan seluruh hak korban diberikan, termasuk santunan bagi keluarga korban meninggal maupun korban yang mengalami luka.
"Komisi V juga mewajibkan pemerintah untuk memastikan jaminan santunan dan sejenisnya benar-benar diterima oleh keluarga korban," tegasnya.**
