Jakarta, MI – Sebanyak 2.065 aparatur sipil negara (ASN) resmi menjalani Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang II 2026 mulai Senin (24/8/2026).
Pelatihan ini akan berlangsung sekitar satu setengah bulan, hingga 8 Oktober 2026. Para ASN ditempatkan di lima satuan pendidikan TNI untuk menjalani pembentukan dasar kemiliteran.
Kelima lokasi tersebut yakni Pusdikkes Puskesad dengan 351 peserta, Brigif 1 Pasmar 1 sebanyak 346 peserta, Pusbahasa Kodiklat AU 520 peserta, Batalyon 461 Paskhas 412 peserta, serta Batalyon 465 Paskhas 436 peserta.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan keterlibatan ASN dalam Komcad merupakan bagian dari strategi memperkuat pertahanan negara.
“Pembentukan komponen cadangan dari unsur Aparatur Sipil Negara Kementerian dan Lembaga merupakan wujud sinergi dalam memperkuat pertahanan negara,” kata Gabriel di Lapangan Brigif Pasgat Halim, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurut Gabriel, perubahan lingkungan strategis global, regional, dan nasional membuat ancaman terhadap negara semakin kompleks. Ancaman tersebut tidak hanya berbentuk militer, tetapi juga nirmiliter dan hibrida.
“Kondisi tersebut menuntut kesiapan pertahanan negara yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gabriel menegaskan Komcad tidak dibentuk untuk menggantikan posisi TNI. Program tersebut menjadi bagian dari sistem pertahanan negara dengan melibatkan warga negara secara sukarela.
Ia mengatakan pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI. Warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam usaha pertahanan sebagaimana diatur dalam UUD 1945.
Proses pembentukan Komcad dilakukan bertahap, mulai dari rekrutmen dan seleksi, pelatihan dasar kemiliteran hingga penetapan sebagai anggota Komcad.
“Latsarmil yang dijalani tidak hanya membentuk kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga karakter, disiplin, kepemimpinan, loyalitas, dan kesadaran bela negara,” kata Gabriel.
Kementerian Pertahanan juga memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian selama pelaksanaan Latsarmil.
Evaluasi terhadap pelaksanaan gelombang pertama dijadikan bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelatihan gelombang kedua.
“Kami berproyeksi pada gelombang pertama, yaitu pembentukan ASN, kami tentu akan meningkatkan kualitasnya terhadap para ASN melalui pelatihan ini. Kami jamin untuk tetap berjalan dengan baik,” ujar Gabriel.
Ia juga membuka ruang evaluasi dan masukan dari kementerian maupun lembaga yang mengirimkan ASN. Pelaksanaan pelatihan selama sekitar satu setengah bulan tersebut juga dipersilakan untuk dipantau masyarakat dan insan pers.
Gabriel berharap para ASN tidak berhenti pada kemampuan dasar kemiliteran setelah pelatihan berakhir. Mereka diminta membawa disiplin dan semangat bela negara itu kembali ke lingkungan kerja masing-masing.
“Setelah menyelesaikan Pelatihan Dasar Militer dan kembali ke lingkungan kerja masing-masing, tetaplah laksanakan tugas dengan integritas, disiplin, dan tanggung jawab,” pungkasnya.**
