Jakarta, MI– Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti parahnya kondisi infrastruktur jalan di Kalimantan Barat yang kini memicu aksi protes warga dengan menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang dan tergenang air. Aksi tersebut dinilai menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan.
Sorotan itu disampaikan Lasarus saat rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
"Saya baru menerima video dari Kalimantan Barat. Jalan yang rusak itu ditanami pisang oleh masyarakat dan videonya sudah beredar di TikTok hari ini. Pisang ditanam di tengah jalan yang berlubang dan tergenang banjir sebagai bentuk kekecewaan masyarakat karena sampai sekarang belum juga diperbaiki," kata Lasarus.
Menurut legislator asal Kalimantan Barat itu, kondisi jalan di Kabupaten Mempawah sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lubang-lubang besar yang dipenuhi genangan air membuat pengendara kesulitan melintas, terutama saat musim hujan.
Lasarus mengingatkan bahwa meskipun saat ini BMKG memprediksi adanya fenomena El Nino yang identik dengan cuaca panas, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat justru masih diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
"Sekarang ini Kalimantan Barat sudah masuk musim hujan. Kalau nanti benar-benar panas, masyarakat mungkin masih bisa memaksakan lewat meskipun jalannya rusak. Tetapi ketika musim hujan datang, masyarakat bisa benar-benar terisolasi karena jalan tidak bisa dilalui," tegasnya.
Ia mengakui keterbatasan fiskal menjadi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat. Namun kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan kerusakan jalan terus berlarut.
Lasarus mengingatkan bahwa luas wilayah Kalimantan Barat mencapai sepertiga Pulau Jawa. Bahkan jika digabungkan dengan Pulau Bali dan Madura, luas daratannya baru setara dengan Kalimantan Barat.
"Bayangkan berapa banyak ruas jalan yang harus ditangani. Karena itu saya meminta agar kondisi jalan ini segera mendapat perhatian serius dan penanganan yang cepat," ujarnya.
Ketua Komisi V DPR itu juga menekankan bahwa perbaikan tidak boleh hanya berfokus pada penutupan lubang jalan semata. Menurutnya, akar persoalan utama yang menyebabkan kerusakan berulang adalah buruknya sistem drainase.
"Jangan hanya memperbaiki jalan yang berlubang. Drainasenya juga harus dibenahi. Kalau drainase tidak diperbaiki, jalan yang sudah diperbaiki pasti akan rusak dan berlubang lagi," kata Lasarus.
Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi masyarakat di Kalimantan Barat tidak semakin terganggu, terutama menjelang puncak musim hujan yang berpotensi memperparah kerusakan jalan di berbagai wilayah.**

