BREAKINGNEWS

Pelukan Kapolda Malut di Tengah Puing Konflik Patani Barat

Pelukan Kapolda Malut di Tengah Puing Konflik Patani Barat
Kapolda Malut Kunjungi Patani Barat, Anak anak beri penghormatan dan nyanyikan lagu Indonesia Raya (Foto: Istimewa)

Sofifi, MI - Asap sisa kebakaran masih menyisakan aroma pahit di udara Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, bangunan yang hangus dan puing-puing rumah yang berserakan menjadi saksi bisu konflik yang beberapa hari lalu terjadi. Di tengah suasana yang masih dipenuhi duka itu, sebuah momen haru terjadi saat Kapolda Malut, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, mengunjungi warga terdampak konflik, Minggu (5/4).

Warga itu menunduk, bahunya bergetar menahan kesedihan atas konflik yang baru saja melanda desanya, sementara di hadapannya Kapolda mencoba menenangkan dengan pelukan penuh empati, di tengah sisa-sisa bangunan yang menjadi saksi bisu amarah konflik, momen itu menggambarkan luka yang masih membekas di hati masyarakat.

Namun tidak jauh dari tempat itu, suasana berbeda justru terlihat, sejumlah anak-anak berdiri berjajar di tepi jalan, menyambut kedatangan Kapolda dengan wajah cerah. Dengan polos dan penuh semangat, mereka memberi salam hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Suara mereka yang lantang memecah kesunyian kampung yang sebelumnya diliputi duka, Kapolda pun membalas sambutan itu dengan senyum dan gestur hangat, seolah menghapus sejenak bayang-bayang konflik yang baru saja terjadi.

Kontras dua momen itu, antara tangis warga dan semangat anak-anak seakan menggambarkan perjalanan masyarakat Patani Barat, di satu sisi ada luka yang masih terasa, namun di sisi lain ada harapan yang terus tumbuh.

Di hadapan warga, Kapolda Malut menyampaikan pesan yang kuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hasutan yang dapat memicu konflik.

“Hasutan menyebabkan konflik, dan konflik akan selalu meninggalkan luka dan tangis. Untuk itu mari tinggalkan hasutan demi masa depan NKRI yang lebih damai,” ujar Waris dengan nada penuh harap.

Pesan itu disampaikan di tengah masyarakat yang masih berusaha bangkit dari dampak konflik, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut persaudaraan serta menjaga kedamaian di wilayah tersebut.

Kehadiran Kapolda di tengah warga bukan sekadar memastikan situasi keamanan. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi simbol pendekatan humanis aparat kepolisian merangkul masyarakat, mendengar keluhan mereka, serta memberi penguatan moral agar warga tidak kehilangan harapan.

Di Patani Barat hari itu, pelukan penuh air mata dan nyanyian anak-anak menjadi dua gambaran yang saling melengkapi, duka mungkin masih tersisa, namun harapan tetap hidup di mata generasi muda.

Dan dari tempat yang pernah diliputi konflik itu, pesan sederhana namun kuat kembali ditegaskan: kedamaian bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi berikutnya.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Pelukan Kapolda Malut di Tengah Puing Konflik Patani Barat | Monitor Indonesia