BREAKINGNEWS

Bentrok Dua Desa di Galela Barat, Polres Halut Sita Bom Rakitan dan Senjata

Bentrok Dua Desa di Galela Barat, Polres Halut Sita Bom Rakitan dan Senjata
Polres Halut amankan senjata Api dan bom rakitan pasca konflik dua Desa Di Halut (Foto: Istimewa)

Tobelo, MI - Aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan intensif pasca bentrokan antarwarga Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (31/3). Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam, senapan angin, hingga satu unit bom rakitan yang diduga akan digunakan dalam konflik lanjutan.

Bentrokan antarwarga tersebut aparat keamanan dikerahkan lebih dari 200 personil gabungan TNI/Polri untuk ditempatkan di sejumlah titik rawan dan melakukan patroli untuk mengantisipasi meluasnya konflik.

“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau pergerakan massa,” ujar kasi Humas Polres Halut.

Selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan. Langkah ini sekaligus mendukung proses rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif, agar situasi dapat segera dikendalikan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” jelasnya.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu memimpin langsung razia dan penyisiran berskala besar bersama aparat gabungan TNI-Polri, razia tersebut menyasar permukiman warga di kedua desa guna mengamankan barang-barang berbahaya yang berpotensi digunakan dalam aksi lanjutan.

Dalam operasi tersebut aparat menemukan sejumlah senjata tajam jenis parang yang dibawa warga Desa Kira, dua warga kedapatan membawa senjata tajam dan langsung diamankan petugas, Polisi juga menyita satu unit senapan angin lengkap dengan teleskop yang diduga milik warga.

Selain itu petugas juga menemukan komponen senapan angin saat melakukan penggeledahan di sejumlah rumah warga, aparat turut menyita dua galon minuman keras tradisional jenis cap tikus yang diduga berpotensi memicu gangguan keamanan.

Temuan paling mencolok dalam razia tersebut adalah satu unit bom rakitan yang ditemukan di salah satu lokasi.

 Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan temuan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa jika tidak segera diamankan.

“Semua barang bukti dan pemiliknya sudah kami amankan untuk diproses lebih lanjut. Kami menemukan bom rakitan yang sangat berbahaya. Jika tidak segera disita, bisa memakan korban jiwa,” tegas Kapolres.

Ia menegaskan bahwa razia berskala besar ini merupakan bentuk komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Halmahera Utara.

“Begitu ada laporan bentrok kami langsung turun bersama TNI, tidak boleh ada ruang bagi aksi-aksi yang mengganggu keamanan, kami langsung melakukan penyisiran untuk mengamankan barang bukti dan mencegah bentrok susulan,” ujarnya.

Seluruh barang bukti yang diamankan dalam razia tersebut telah dibawa ke Mapolres Halmahera Utara, sementara para pemilik barang bukti turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru