Lampung, MI– Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap mata pencaharian nelayan di perairan Selat Sunda. Sejak kawasan sekitar gunung dinyatakan berstatus Siaga dan aktivitas di sekitar kawah dibatasi, hasil tangkapan ikan menurun tajam hingga membuat pendapatan nelayan merosot sekitar 75 persen.
Nelayan Dermaga Bom Lampung Selatan, Yudi, mengatakan para nelayan mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak melaut di sekitar Gunung Anak Krakatau. Demi keselamatan, mereka kini hanya menangkap ikan di perairan yang lebih dekat, seperti wilayah Kalianda dan sekitar Pulau Sebuku.
"Semua nelayan mengikuti imbauan pemerintah. Sekarang tidak ada lagi yang melaut sampai ke kawasan Pulau Krakatau. Kebanyakan hanya mencari ikan di sekitar Kalianda karena lebih aman," ujar Yudi, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pembatasan wilayah tangkap ditambah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat hasil tangkapan ikan menurun drastis. Ia menduga getaran dan letusan gunung menyebabkan ikan menjauh dari lokasi yang selama ini menjadi daerah tangkapan utama.
"Kalau ada getaran atau letusan, hasil tangkapan pasti berkurang. Dampaknya sangat terasa terhadap penghasilan nelayan," katanya.
Yudi memperkirakan pendapatan nelayan saat ini turun hingga 75 persen dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, ia mengakui penurunan tersebut juga dipengaruhi berakhirnya fase terang bulan, yang biasanya memang membuat aktivitas penangkapan ikan belum sepenuhnya kembali normal.
"Kalau dibandingkan biasanya, penurunannya bisa mencapai 75 persen. Tetapi bukan semata-mata karena aktivitas Anak Krakatau, karena saat ini juga baru selesai fase terang bulan," jelasnya.
Para nelayan berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda agar mereka dapat kembali melaut di wilayah tangkapan yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama.
Sebelumnya, pemerintah menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Seiring peningkatan status tersebut, masyarakat dan nelayan diminta tidak beraktivitas di sekitar kawasan gunung demi menghindari potensi bahaya akibat meningkatnya aktivitas vulkanik.**
