Jakarta, MI - Letaknya yang berada di tengah gugusan Kepulauan Seribu tak membuat SMK Negeri 61 Jakarta tertinggal dalam persaingan global.
Justru dari Pulau Tidung, sekolah vokasi berbasis kemaritiman ini berhasil membuka jalan bagi para siswanya untuk menembus pasar kerja internasional, khususnya Jepang.
Diketahui sekitar 30 lulusan SMKN 61 Jakarta telah bekerja di Negeri Jepang. Tahun ini, sebanyak 10 siswa kembali dipersiapkan untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang melalui dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja.
Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan pihaknya sengaja memfokuskan pengembangan lulusan ke pasar kerja luar negeri karena peluang yang dinilai sangat menjanjikan.
"Kalau bekerja di dalam negeri tentu sudah biasa. Tetapi beberapa tahun terakhir kami memang fokus membuka peluang kerja ke luar negeri, salah satunya Jepang. Kami ingin lulusan SMKN 61 bisa bersaing secara global," ujar Firdaus saat ditemui di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, 10 siswa yang saat ini sedang dipersiapkan akan menjalani berbagai tahapan pelatihan sebelum diberangkatkan.
"Sepuluh siswa ini mengikuti program bantuan dari kementerian. Dengan skema bantuan tersebut, proses menuju penempatan kerja di luar negeri menjadi lebih mudah bagi mereka," katanya.
Firdaus menjelaskan, lulusan yang bekerja di Jepang tidak selalu ditempatkan sesuai jurusan yang dipelajari di sekolah. Penempatan kerja dilakukan berdasarkan kebutuhan industri yang tersedia.
"Macam-macam bidangnya. Ada yang bekerja di sektor agribisnis perikanan, ada juga yang masuk ke bidang konstruksi. Jadi tidak harus selalu linier dengan kompetensi keahlian yang ada di sekolah. Biasanya disesuaikan dengan kebutuhan industri di sana," jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, SMKN 61 telah menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga penyalur tenaga kerja internasional. Khusus Jepang, sekolah memiliki beberapa mitra aktif, di antaranya Jish dan Brexa.
Selain keterampilan teknis, para siswa juga dibekali kemampuan bahasa Jepang yang menjadi salah satu syarat utama sebelum keberangkatan.
"Bahasa Jepang kami persiapkan sejak siswa duduk di kelas 12. Setelah lulus, pembelajaran bahasa tetap dilanjutkan dalam pelatihan sebelum mereka berangkat bekerja," ungkap Firdaus.
SMKN 61 Jakarta sendiri memiliki lima program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, serta Kuliner.
Dari lima program tersebut, tiga jurusan telah memperoleh pengakuan internasional (approval), yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan. Pengakuan itu membuat ijazah lulusan diakui sesuai standar industri pelayaran internasional, termasuk standar yang ditetapkan melalui International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).
Keunggulan lain SMKN 61 adalah lokasinya yang berada langsung di kawasan maritim. Para siswa dapat belajar dan berlatih di lingkungan laut yang sesungguhnya, didukung fasilitas seperti bridge simulator, engine simulator, serta berbagai laboratorium penunjang.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari, menilai pengakuan internasional yang dimiliki SMKN 61 membuka peluang karier yang jauh lebih luas bagi para lulusannya.
"Dulu mungkin lulusan hanya memiliki kesempatan bekerja sebagai anak buah kapal. Sekarang, dengan sertifikat dan pengakuan internasional yang dimiliki, anak-anak Kepulauan Seribu punya peluang menjadi perwira bahkan nahkoda kapal. Jika ingin bersaing di tingkat global, baik di Uni Emirat Arab maupun Eropa, mereka tidak kalah dengan lulusan dari daerah lain," kata Thohari.
Keberhasilan SMKN 61 Jakarta menunjukkan bahwa lokasi geografis bukanlah hambatan untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Dari sebuah pulau kecil di utara Jakarta, sekolah ini terus membuktikan bahwa lulusan vokasi Indonesia mampu berlayar dan berkarier hingga panggung dunia.
