Jakarta, MI - Upaya memperluas akses pendidikan tinggi melalui kolaborasi lintas sektor kembali mendapat apresiasi dari pemerintah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai penyelenggaraan Online Scholarship Competition (OSC) Awards 2026 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha dapat bersama-sama membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian saat menjadi pembicara dalam program televisi yang mengumumkan penerima beasiswa OSC 2026 pada Jumat (17/7/20267).
Tahun ini merupakan penyelenggaraan OSC yang ke-12. Program beasiswa tersebut menyediakan 145 kuota beasiswa dari 10 perguruan tinggi mitra dan berhasil menarik minat lebih dari 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Brian, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan besarnya semangat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai skema bantuan pendidikan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar akses beasiswa semakin luas.
"Setiap tahun, pemerintah mendanai lebih dari 1,2 juta mahasiswa dengan anggaran lebih dari Rp15 triliun. Tingginya animo masyarakat terhadap partisipasi beasiswa seperti OSC ini menunjukkan keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kami juga mendorong mahasiswa untuk proaktif mencari berbagai sumber beasiswa," kata Brian.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan media, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas dinilai menjadi faktor penting agar informasi mengenai berbagai program beasiswa dapat menjangkau lebih banyak calon mahasiswa.
Brian juga menyoroti masih adanya kesenjangan informasi yang dialami calon mahasiswa di berbagai daerah. Menurutnya, banyak anak-anak muda yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar tinggi, tetapi belum mengetahui berbagai peluang bantuan pendidikan yang tersedia.
"Sering kali putra-putri kita di daerah memiliki keinginan yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan, tetapi akses informasi terhadap beasiswa masih terbatas. Karena itu, kami sangat mengapresiasi upaya OSC yang mencoba menjangkau daerah-daerah di luar kota besar," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah menghimpun berbagai informasi program beasiswa dari pemerintah maupun lembaga nonpemerintah agar dapat diakses masyarakat melalui satu ekosistem informasi nasional. Informasi mengenai OSC diharapkan menjadi bagian dari sistem tersebut sehingga semakin banyak calon mahasiswa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mercu Buana, Andi Adriansyah, menegaskan bahwa keterlibatan kampusnya dalam OSC selama lebih dari satu dekade merupakan bentuk komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi di kampus-kampus terbaik," kata Andi.
Sementara itu, Penyelenggara OSC Awards 2026, Ahmad Firdaus, mengungkapkan bahwa selama 12 tahun pelaksanaannya, OSC telah menggandeng sekitar 40 perguruan tinggi mitra dan melahirkan lebih dari 2.300 alumni penerima beasiswa.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara media, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menutup sambutannya, Brian berpesan kepada seluruh penerima beasiswa OSC 2026 agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, terus mengembangkan kemampuan, dan tidak berhenti berprestasi.
"Mahasiswa yang menerima beasiswa ini adalah sebuah harapan dan amanat. Jangan mudah menyerah, berprestasilah dengan baik, dan suatu saat bukan tidak mungkin para penerima beasiswa hari ini akan menjadi pemberi beasiswa bagi generasi berikutnya," pungkas Brian.
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
