BREAKINGNEWS

Golkar Panggil Therensius Lazakar Usai Dugaan Intimidasi dr Icha

Golkar Panggil Therensius Lazakar Usai Dugaan Intimidasi dr Icha
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji.

Jakarta, MI– Partai Golkar akhirnya angkat bicara terkait dugaan keterlibatan kadernya, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar, dalam kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menegaskan tidak ada toleransi bagi kader yang menyalahgunakan jabatan ataupun berperilaku tidak pantas.

Sarmuji mengakui bahwa dari ribuan anggota DPRD yang berasal dari berbagai partai politik, selalu ada oknum yang berbuat menyimpang, termasuk diduga mabuk akibat mengonsumsi minuman keras. Namun, menurutnya, hal itu menjadi tanggung jawab partai untuk melakukan pembinaan dan penertiban.

"Selalu akan ada dari sekian ribu anggota DPRD di Indonesia yang berperilaku seperti itu. Tugas partai adalah membuat mereka tertib," kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia juga mengingatkan seluruh kader Partai Golkar yang menduduki jabatan publik agar tidak bertindak sewenang-wenang hanya karena memiliki kekuasaan.

"Jangan mentang-mentang punya jabatan lalu memperlakukan orang lain secara tidak patut. Semua pejabat publik dari Golkar harus menjaga sikap dan etika," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPP Golkar telah menginstruksikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Nusa Tenggara Timur untuk segera memanggil Therensius Lazakar guna memberikan klarifikasi atas dugaan intimidasi tersebut.

Sarmuji mengatakan, keputusan mengenai sanksi belum dapat diambil karena partai masih mendalami seluruh fakta dan akan mendengar keterangan dari semua pihak yang terlibat.

"Kita harus mendalami kasus ini terlebih dahulu. Apakah benar terjadi intimidasi, dan apakah intimidasi itu memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang kemudian terjadi," ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah keluarga dr Icha mengungkap dugaan bahwa dua anggota DPRD TTU, yakni Robertus Tubani dan Therensius Lazakar, datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman keras saat mempersoalkan penanganan pasien.

Paman almarhumah, Fabianus Banase, menyebut informasi tersebut diperoleh dari puluhan saksi yang berada di lokasi kejadian. Menurutnya, para saksi mencium bau alkohol dari kedua anggota DPRD saat mereka membentak tenaga medis.

"Para saksi mengatakan mulut mereka berbau alkohol ketika berbicara dengan dokter dan petugas medis. Kami juga menerima dokumentasi berupa foto dari kejadian tersebut," ungkap Fabianus.

Ia menambahkan, tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di dalam ruang IGD membuat peristiwa tersebut tidak terekam secara utuh. Meski demikian, sekitar 23 saksi disebut memberikan keterangan yang menguatkan dugaan bahwa kedua anggota DPRD itu berada dalam kondisi mabuk saat memasuki ruang IGD.

Kasus meninggalnya dr Icha kini menjadi perhatian luas. Berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, organisasi profesi hingga partai politik, mendesak agar dugaan intimidasi terhadap tenaga medis tersebut diusut secara menyeluruh dan transparan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Golkar Panggil Therensius Lazakar Usai Dugaan Intimidasi dr | Monitor Indonesia