BREAKINGNEWS

Anies Soroti Bencana NTT dan Karhutla Kalimantan: Negara Tak Boleh Biarkan Warga Berjuang Sendiri

Anies Soroti Bencana NTT dan Karhutla Kalimantan: Negara Tak Boleh Biarkan Warga Berjuang Sendiri
Anies Baswedan

Jakarta, MI— Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Anies menegaskan, warga terdampak bencana tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi sulit tanpa kepastian perlindungan, informasi, kesehatan, logistik, dan tempat berlindung.

Menurut Anies, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan mengirim bantuan material. Pemerintah harus memastikan seluruh kebutuhan dasar korban terpenuhi hingga masa pemulihan.

“Mari hadir, mari bergerak, mari pastikan tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi bencananya sendirian,” kata Anies, dikutip Jumat (21/8/2026).

Ia secara khusus menyoroti kondisi masyarakat NTT yang masih menghadapi gempa susulan. Situasi tersebut membuat banyak keluarga belum mendapatkan kembali rasa aman.

Anies meminta pemerintah memastikan pengungsi mendapatkan tempat yang layak, layanan kesehatan, air bersih, pangan, serta informasi yang jelas mengenai potensi risiko gempa.

“Datanya harus terbuka, bantuannya harus sampai, informasi risiko harus jelas, dan prioritas harus diberikan kepada warga yang paling terdampak,” tegasnya.

Karhutla Kalimantan Tak Boleh Jadi Rutinitas

Selain gempa di NTT, Anies menyoroti karhutla yang meluas di Kalimantan. Asap akibat kebakaran dinilai telah mengancam kesehatan masyarakat sekaligus mengganggu aktivitas pendidikan dan transportasi.

“Kebakaran hutan dan lahan terus meluas. Asap mengganggu pernapasan, menghambat aktivitas warga, mengancam anak-anak, lansia, para pekerja lapangan, juga mengganggu sekolah dan transportasi,” ujarnya.

Anies meminta pemadaman dipercepat dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap diperluas.

Di sisi lain, ia mendesak pemerintah tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menindak tegas penyebab karhutla agar persoalan yang sama tidak terus berulang.

Menurut Anies, karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan musiman yang biasa terjadi setiap musim kemarau. Pemerintah, kata dia, memiliki cukup data untuk melakukan mitigasi sejak dini.

“Api yang sering berulang setiap musim kemarau tidak boleh dianggap sebagai rutinitas. Kita sudah tahu kawasan rawan, arah angin, risiko asap, kerentanan gambut, dan dampaknya bagi kesehatan warga,” katanya.

Anies juga mendorong koordinasi lintas sektor diperkuat. Pemerintah pusat dan daerah harus bekerja bersama aparat, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media.

Ia mengajak masyarakat turut membantu korban bencana melalui penyebaran informasi yang benar dan dukungan terhadap lembaga kemanusiaan yang bekerja di lapangan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Anies Soroti Bencana NTT dan Karhutla Kalimantan: Negara Tak Boleh Biarkan Warga Berjuang Sendiri | Monitor Indonesia