Jaksa Tolak Nota Pembelaan Richard Eliezer, Ini Sebabnya

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 30 Januari 2023 12:24 WIB
Jakarta, MI - Jaksa menolak pleidoi atau nota pembelaan Richard Eliezer alias Bharada E dalam perkara pembunuhan berencana Nofriyansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Menurut Jaksa dalam perkara ini bahwa pledoi penasihat hukum haruslah dikesampingkan. Selain itu, uraian-uraian pledoi tersebut tidaklah memiliki dasar yuridis yang kuat yang dapat digunakan untuk menggugurkan surat tuntutan tim penuntut umum. "Menolak seluruh pledoi dari tim penasihat hukum terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan pledoi dari terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Menjatuhkan putusan bagaimana diktum tuntutan penuntut umum yang telah dibacakan pada hari Rabu (18/1/2023)," jelas Jaksa, Senin (30/1). Dalam perkara tersebut, sebanyak lima orang menjadi terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. Tiga terdakwa dituntut hukuman pidana 8 tahun penjara yaitu Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi. Sedangkan Bharada E dituntut hukuman 12 tahun bui. Sementara itu, Ferdy Sambo dituntut hukuman seumur hidup atas dua dakwaan perkara yang menjeratnya, yakni perkara pembunuhan dan perintangan penyidikan. Seluruh terdakwa dalam perkara tersebut didakwa melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.