Polresta Banjarmasin Bekuk Pembunuh yang Sudah Tiga Kali Residivis

Nuramin Rizky
Nuramin Rizky
Diperbarui 10 Mei 2024 21:37 WIB
Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian. (Foto: Antara)
Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian. (Foto: Antara)

Banjarmasin, MI - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), meringkus pria berinisial MSR (25) pelaku pembunuhan terhadap Syahruji dan sudah pernah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali atau residivis.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian di Banjarmasin, Jumat (10/5/3024) mengatakan pelaku ditangkap di Komplek Amanda, Karang Mekar (Banjarmasin Timur) pada Selasa (7/5) sekitar pukul 02.33 WITA. Sedangkan tindak pidana terjadi di Jalan Mahligai Permai, Sungai Lulut (Banjarmasin Timur) pada Minggu (5/5) sekitar pukul 01.00 WITA.

“Pelaku sudah menyiapkan sebilah pisau datang bersama delapan orang temannya ke kediaman korban. Pelaku bertanya keberadaan anak korban, namun karena tidak diberitahu maka pelaku menusuk perut bagian kiri korban hingga bercucuran darah,” ucapnya.

Setelah itu, kata Thomas, korban dilarikan keluarga ke rumah sakit terdekat, namun nahas korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan kurang lebih 24 jam.

“Setelah korban melapor, tim gabungan langsung bergerak mencari keberadaan pelaku, hingga diringkus di wilayah Banjarmasin Timur,” paparnya.

Thomas menjelaskan saat upaya penangkapan, pelaku melakukan perlawanan yang membahayakan petugas, lalu diberikan tembakan peringatan namun tidak juga diindahkan, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur berupa tembakan dan akhirnya pelaku menyerahkan diri untuk dibawa ke Mapolresta Banjarmasin beserta barang bukti.

Polresta Banjarmasin mengungkap fakta saat penangkapan, pelaku mengakui perbuatannya serta mengaku melakukan tindakan itu karena faktor sakit hati terhadap anak korban yang memukul teman pelaku.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan tindakan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Thomas. (AM)