Bus Rombongan Pelajar SMK Kecelakaan di Ciater, Oleng Tabrak Mobil Feroza

Nuramin Rizky
Nuramin Rizky
Diperbarui 12 Mei 2024 00:19 WIB
Bus yang kecelakaan di Ciater. (Foto: Antara)
Bus yang kecelakaan di Ciater. (Foto: Antara)

Subang, MI - Bus pariwisata rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok yang mengalami kecelakaan di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sempat oleng hingga menabrak mobil Feroza dan sepeda motor sebelum akhirnya terguling.

Kasi Humas Polres Subang AKP Yusman saat dihubungi di Subang, Sabtu (11/5/2024) malam, menyampaikan kecelakaan bus pariwisata bernopol AD 7524 OG terjadi di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater.

Kecelakaan terjadi pada Sabtu, sekitar pukul 18.45 WIB, berawal saat bus yang membawa rombongan pelajar itu melintas dari arah Bandung menuju Subang.

Ketika melewati jalan menurun, bus itu secara tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyeberangi jalur berlawanan sampai menabrak kendaraan minibus jenis Feroza nopol D 1455 VCD.

Setelah menabrak kendaraan yang ada di jalur berlawanan itu, lalu kondisi bus terguling dengan kondisi miring, posisi ban kiri berada di atas, sampai tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan. 

Di saat tergelincir di jalan yang kondisinya menurun, bus itu terhenti setelah menghantam tiang listrik di bahu jalan, sedangkan kondisi korban dikabarkan berserakan di jalan.

Dia mengatakan kecelakaan maut itu melibatkan lima kendaraan, yakni satu bus, satu mobil Feroza, dan tiga sepeda motor.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Asep Setia Permana mengatakan bus pariwisata tersebut mengangkut penumpang yang merupakan pelajar SMK asal Depok, Jawa Barat.

Bus itu melintasi jalan Ciater karena sedang menuju pulang ke wilayah Depok setelah berwisata di salah satu tempat wisata di Bandung.

Akibat kecelakaan itu, sembilan orang dikabarkan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban yang meninggal dunia kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang, sedangkan korban luka-luka dibawa ke puskesmas dan klinik kesehatan. (AM)