AM Hendropriyono Ingatkan Bangsa Indonesia Agar Tidak Punah Seperti Negara Lain

Aswan LA
Aswan LA
Diperbarui 12 Februari 2024 18:35 WIB
AM Hendropriyono Ingatkan Bangsa Indonesia Agar Tidak Punah Seperti Negara Lain
AM Hendropriyono (Foto: MI/Repro)

Jakarta, MI - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak punah seperti dibeberapa negara lain. 

Dia menyarankan antar suku di Indonesia untuk berasimilasi.

"Jangan biarkan kita kehilangan bangsa kita sendiri seperti Maori di New Zealand, sudah musnah, suku Indian di Amerika. Jangan sampai di Indonesia ini disebut dulu pernah ada bangsa namanya Indonesia," kata Hendropriyono menukil videk pernyataannya yang disampaikan Hendropriyono pada acara HUT Warga Jaya Indonesia ke-56, Sabtu (30/12/2023) lalu.

Dengan begitu, Hendropriyono berharap bangsa Indonesia memahami tentang negaranya sendiri agar tidak tinggal cerita.

"Jangan sampai Indonesia ini tinggal kenangan. Jangan sampai Indonesia nanti disebut 'dulu pernah ada bangsa namanya Indonesia."

Ketua Umum DPP Warga Jaya Indonesia (WJI) itu mengingatkan masa-masa perjuangan Indonesia melawan penjajahan kolonial Belanda.

Sebelum masa penjajahan, Indonesia sudah menjadi bangsa yang besar. Hal itu bisa dilihat dari kejayaan kerajaan Majapahit.

Olehnya itu, Hendropriyono menegaskan bahwa sudah sepatutnya Indonesia selalu mempertahankan tanah air dan bangsanya.

"Oleh sebab itu saya sengaja buatkan taman miniatur Majapahit. Maksudnya, supaya kita sendiri sadar bahwa kita adalah bangsa yang besar sebelum orang-orang barat datang ke Indonesia pada tahun 1292 sampai 1527. Jadi kita harus berani menyuarakan yang benar untuk nasib kita sendiri," tandasnya.

Berita Terkait
Galeri Foto
opini
Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan, Makzulkan Jokowi
Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan, Makzulkan Jokowi
Breaking News: Server Sirekap KPU Sudah (Diam-diam) Dipindah ke Indonesia
Breaking News: Server Sirekap KPU Sudah (Diam-diam) Dipindah ke Indonesia
Kesenjangan Quick Count Pileg dan Pilpres 2024: Pengkondisian Kecurangan?
Kesenjangan Quick Count Pileg dan Pilpres 2024: Pengkondisian Kecurangan?