Satu Orang Calon PPPK Makassar Meninggal Sebelum Pelantikan

Nuramin Rizky
Nuramin Rizky
Diperbarui 1 April 2024 23:29 WIB
Almarhum Muhammad Mulkan saat ditangani petugas kesehatan. (Foto: ANTARA)
Almarhum Muhammad Mulkan saat ditangani petugas kesehatan. (Foto: ANTARA)

Makassar, MI - Seorang Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meninggal dunia sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah di Lapangan Karebosi, Senin (1/4/2024).

"Tim dokter di lapangan berupaya melakukan penyelamatan, namun dia tidak terselamatkan," kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin.

Pegawai tersebut diketahui bernama Muhammad Mulkan, warga Kecamatan Biringkanaya, yang telah mengabdi selama 20 tahun sebagai tenaga honorer di Pemkot Makassar hingga akhirnya lulus PPPK.

Mulkan lulus PPPK dengan Kategori (K2) untuk formasi analis arsiparis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Wali Kota mengatakan SK (Surat Keputusan) almarhum sudah ada, hanya saja takdir berkata lain, sehingga ia belum sempat disumpah karena meninggal dunia di lokasi penyerahan SK dan pengambilan sumpah para tenaga PPPK Kota Makassar. 

"Dia menghembuskan nafas terakhirnya sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah. Jadi semua hak-haknya tetap diberikan sebagai PPPK dan diberikan santunan," ujarnya.

Pemkot Makassar telah menghubungi pihak keluarga korban dan dari keterangan istrinya, korban sudah mengidap penyakit jantung dan diabetes sebelumnya.

"Saya sebagai Wali Kota Makassar dan mewakili Pemkot Makassar mengucapkan bela sungkawa. Semoga almarhum Muhammad Mulkan husnul khotimah," ucap Danny, sapaan Wali Kota Makassar.

Seorang saksi bernama Irma yang juga dilantik menyebut almarhum meninggal dunia 10 menit setelah jatuh tersungkur, tepatnya pada pukul 07.20 Wita.

"Kami kaget, karena almarhum tiba-tiba jatuh, sementara terlihat sangat segar bugar," ujarnya. 

Wali Kota Makassar melantik 624 PPPK hari ini yang terdiri dari dua formasi hasil rekrutmen pada 2023 yakni 400 lebih orang tenaga kesehatan dan 190 lebih tenaga teknis. (AM)