Dipantau Dunia, Kredibilitas Demokrasi Indonesia Dipertaruhkan

Reina Laura
Reina Laura
Diperbarui 13 Februari 2024 16:22 WIB
Dipantau Dunia, Kredibilitas Demokrasi Indonesia Dipertaruhkan
Anggota Komisi I DPR, Sukamta (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta, meminta para penyelenggara Pemilu 2024 di tanah air menjaga kredibilitas, karena negara-negara sahabat bakal memantau, melalui Program Pemantauan Pemilu atau Election Visit Program (EVP).

"Kita mau memperlihatkan proses dari pemilu dan ini pemilu yang salah satunya di dunia yang begitu complicated, ada (pemilu) presiden, DPR, DPRD, DPD, dan itu yang kita perlihatkan bahwa kita damai-damai saja," kata Sukamta di Jakarta, Selasa (13/2).

Dijelaskan Sukamta, EVP akan diikuti oleh 12 parlemen negara sahabat dan menjadi ajang unjuk gigi, kualitas demokrasi di Indonesia. Terlebih lagi, menurut Sukamta, Pemilu 2024 di Indonesia cukup unik dan rumit.

Nantinya, EVP akan diisi pula dengan diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang membahas mengenai sistem, dan penyelenggaraan Pemilu 2024 di Indonesia.

BKSAP DPR RI, lanjut Sukamta, ingin para negara sahabat memberikan kesan dan pesan, serta menjadi sarana tukar pikiran terkait proses pemilu di Indonesia.

Sukamta berharap kondisi bangsa dapat berjalan aman, lancar, dan damai. Sehingga para pemantau dapat memberikan masukan bagi Indonesia, terkait pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun sekali itu.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah kualitas proses pemilu yang harus berlangsung sesuai dengan aturan berlaku, serta berlangsung secara umum, bebas, jujur, dan adil untuk seluruh kontestan pemilu.

Kegiatan EVP tahun 2024, katanya, dapat mempererat hubungan DPR RI dengan parlemen negara lain, serta menjadi sarana untuk berbagi pengalaman bagi kemajuan demokrasi.

Sukamta menjelaskan kegiatan observasi menjadi upaya diplomasi dari parlemen, salah satu negara kepada parlemen negara lain.

"Dari multitrack diplomasi ini dari berbagai macam jalur, salah satunya kita memanfaatkan momen pemilu itu untuk memperkuat hubungan kita dengan negara-negara sahabat secara bilateral," ujarnya.

Sejauh ini, parlemen yang telah menyampaikan konfirmasi untuk terlibat dalam program tersebut adalah Australia, Azerbaijan, Malaysia, Kamboja, Laos, Qatar, Rusia, Tanzania, Turki, Timor Leste, Uzbekistan, dan Venezuela.

Kemudian, ada tiga organisasi internasional yang ingin terlibat, yaitu GOPAC, AIPA, dan Global Initiatives of Northern Illinois University.

Galeri Foto
opini
Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan, Makzulkan Jokowi
Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan, Makzulkan Jokowi
Breaking News: Server Sirekap KPU Sudah (Diam-diam) Dipindah ke Indonesia
Breaking News: Server Sirekap KPU Sudah (Diam-diam) Dipindah ke Indonesia
Kesenjangan Quick Count Pileg dan Pilpres 2024: Pengkondisian Kecurangan?
Kesenjangan Quick Count Pileg dan Pilpres 2024: Pengkondisian Kecurangan?