2 Pengeroyok Asisten Saipul Jamil Minta Maaf

Reina Laura
Reina Laura
Diperbarui 12 Januari 2024 20:06 WIB
Dua pengeroyok asisten Saipul Jamil meminta maaf kepada publik dan kepolisian, dalam jumpa pers yang diadakan pada Jumat (12/1). [Foto: Antara]
Dua pengeroyok asisten Saipul Jamil meminta maaf kepada publik dan kepolisian, dalam jumpa pers yang diadakan pada Jumat (12/1). [Foto: Antara]
Jakarta, MI - Dua pengeroyok asisten Saipul Jamil berinisial RP (26) dan I (32) meminta maaf kepada publik, dan kepolisian, Jumat (12/1).

Adapun dua pengeroyok tersebut, ditangkap di wilayah Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Sabtu (6/1), satu hari setelah penangkapan asisten Saipul Jamil.

"Sebelumnya saya minta maaf atas kejadian itu, karena kami khilaf. Sekali lagi saya minta maaf kepada bapak polisi semua, kami telah memukul pengemudi (asisten Saipul Jamil berinisial S alias Steven) itu," kata I dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (12/1).

Ia mengaku, dirinya bersama RP melakukan pengeroyokan lantaran telah ditabrak oleh S.

"Karena kami menjadi korban tabrak dari dia (S)," tutur I.

Ia juga membenarkan, salah satu temannya terluka imbas ditabrak mobil yang dikendarai S.

"Dan teman kami ada luka, makanya kami emosi ikut bantu mengejar. Sampai di tempat kejadian, kami langsung masuk dan memukul, karena saya khilaf, emosi," jelasnya.

Ia juga meminta maaf kepada S, atas pengeroyokan yang mereka lakukan.

"Sekali lagi saya minta maaf kepada supirnya, kepada bapak-bapak, saya minta maaf sedalam-dalamnya, agar kami dimaafkan pak," tandasnya.

Sebelumnya, warga berinisial RP (26) dan I (32) ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan, dalam penangkapan asisten Saipul Jamil pada Jumat (5/1) lalu.

​​​​​"Penyidik berhasil mengamankan dua orang," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi, Jumat (12/1).

Kedua warga sipil tersebut, ditangkap di wilayah Pesing, Kebon Jeruk pada Sabtu (6/1), satu hari setelah penangkapan asisten Saipul Jamil.

"Terhadap kedua tersangka kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun penjara," ujarnya.