17 Tahun Tidak Naik Tarif Transjakarta, Komisi B DPRD DKI Minta Pemprov Dibahas Segera

Nuramin Rizky
Nuramin Rizky
Diperbarui 15 Mei 2024 18:43 WIB
Ilustrasi - Sejak 2017 belum pernah naik tarif Bus Transjakarta.(Foto: Dok MI)
Ilustrasi - Sejak 2017 belum pernah naik tarif Bus Transjakarta.(Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkaji usulan kenaikan harga tarif transportasi umum Transjakarta (TJ). Tarif Transjakarta belum pernah naik dari era Gubernur DKI, Sutiyoso. Dari mulanya tarif hanya Rp 2.000 per orang, kemudian naik menjadi Rp 3.500 pada 2007 hingga sekarang.

"Salah satu ide awal kenaikan tarif ini karena memang sejak Transjakarta ini bergulir, zaman Gubernur Pak Sutiyoso sampai  sekarang, tarifnya belum naik, masih flat," kata Ismail saat dikonfirmasi, Rabu (15/5/2024).

"Sementara kita ketahui bersama segala sesuatunya sudah ada fluktuasi," lanjutnya. 

Selain itu, kata Ismail, Pemprov DKI berkomitmen untuk merealisasikan zero emission pada seluruh transportasi dan kendaraan khususnya di Jakarta.  Salah satu caranya adalah merealisasikan itu dengan memperbanyak transportasi umum berbasis listrik. 

"Salah satu komitmen kita yaitu zero emission. Ya tentunya di sini nanti mengarah pada EV (Electric Vehicle). Sehingga, transportasi umum massal itu kita arahkan ke sana," katanya. 

Ismail menambahkan, pembahasan soal wacana kenaikan tarif Transjakarta ini akan dibahas dengan eksekutif secara intens mulai pekan depan.  "Iya (pekan depan), karena memang banyak sekali hal yang perlu kita ulas," ujarnya. 

Menurut Ismail, isu kenaikan tarif Transjakarta menjadi agenda prioritas untuk dibahas dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, PT Transjakarta dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). 

"Tujuannya nanti kita yakini (kenaikan tarif Transjakarta) untuk kebaikan bersama, baik masyarakat sebagai pengguna maupun menciptakan lingkungan yang lebih bersih lagi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengakui menerima banyak usulan kenaikan tarif bus Transjakarta. 

Namun, Dishub DKI masih mengkaji terkait usulan kenaikan tarif Transjakarta tersebut, karena perlu perencanaan yang matang. "Memang sudah banyak usulan untuk kenaikan tarif, tapi kembali lagi kami terus melakukan kajian," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Kamis (18/4/2024).

Menurut Syafrin, kenaikan tarif layanan Bus Transjakarta tersebut nantinya masih harus didiskusikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.  Dia menambahkan, wacana kenaikan tarif TJ ini bukan pertama kalinya. Kenaikan ini sudah pernah dibahas Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) pada 2023. DTKJ sudah mendesak untuk menaikkan tarif Bus Transjakarta. 

Saat itu, PT Transjakarta menyebutkan, tarif yang akan naik merupakan layanan pada jam sibuk. Namun wacana kenaikan tarif TJ yang beberapa kali diisukan itu belum terealisasikan hingga sekarang. (Sar)