Tiga ABK Tewas Pasca Kebakaran Kapal di Muara Baru

Nuramin Rizky
Nuramin Rizky
Diperbarui 7 Mei 2024 10:05 WIB
Sejumlah pekerja melihat bangkai kapal yang hangus terbakar di Pelabuhan Muara Baru. (Foto: Antara)
Sejumlah pekerja melihat bangkai kapal yang hangus terbakar di Pelabuhan Muara Baru. (Foto: Antara)

Jakarta, MI - Tiga orang anak buah kapal (ABK) tewas usai kebakaran tiga unit kapal di Dermaga Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara pada Minggu (5/5) malam.

"Korban tewas ditemukan Team Rescue Damkar esok pagi," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan di Jakarta, Selasa (7/5/2024).

Ia mengatakan ketiga anak buah kapal yang meninggal dunia adalah Antonius Monas yang bertugas sebagai mekanik kapal. Kemudian Hendri bertugas sebagai mekanik mesin pendingin (freezer) dan Khoirul Umam yang merupakan Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Rezeki Melimpah 18

Ia mengatakan ketiga korban tidak sempat menyelamatkan diri saat tiga kapal terbakar di Pelabuhan Muara Baru Jakarta Utara pada Minggu (5/5/2024). Menurut dia penyebab kebakaran diduga berasal dari ledakan pada mesin pendingin (freezer) kapal saat aktivitas bongkar muat ikan.

Satriadi Gunawan mengatakan ada tiga kapal yang ikut terbakar pada peristiwa itu yakni Kapal KM Rezeki Melimpah 18, Kapal KM Bahari, dan Kapal KM Rezeki Malindo. "Saat bongkar muat ikan, mesin freezer dalam keadaan hidup dan kemudian meledak," jelas Satriadi.

Ia mengatakan dalam upaya pemadaman api dikerahkan 13 unit mobil pemadam dan 65 personel. Ia menjelaskan pada Minggu (5/5) petugas mendapatkan laporan kebakaran sekitar Pukul 14.47 WIB. Lokasi kebakaran ada di RT20/RW17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara.

Proses pemadaman diketahui dapat dilokalisir pukul 15.30 WIB diikuti pendinginan hingga pukul 15.43 WIB dan betul-betul padam pada pukul 22.49 WIB. "Taksiran kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp3 miliar," ujarnya. (AM)