Resmi! Universitas Terbuka Luncurkan Program Studi Magister MPAD dan S1 PAI

La Aswan
La Aswan
Diperbarui 16 Januari 2024 12:15 WIB
Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) dan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Selasa (16/1). (Foto: Dok UT)
Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) dan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Selasa (16/1). (Foto: Dok UT)

Tangerang Selatan, MI - Resmi! Universitas Terbuka (UT) meluncurkan Program Studi baru, yaitu Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) dan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Selasa (16/1). 

Acara Peluncuran Program Sutudi Magister MPAD dan S1 PAI ini dapat diselenggarakan dengan baik dan dihadiri oleh para tamu undangan baik secara daring maupun luring di Kantor Pusat Universitas Terbuka, yaitu:

• Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi, dalam hal ini diwakili oleh Ketua Kerja Kemitraan dan Advokasi Ditjen PAUD Dikdas dan Dikmen, Bapak Soripada Harahap
• Pimpinan Pusat Muhammadyah yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Umum, Bapak Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed.
• Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (APGPAUD) Indonesia, Prof. Dr. Sofia Hartati, M.Si. 
• Ketua  Umum Ikatan Doktor Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (IKADPAUDI), Bapak Dr. Sukiman, M.Pd. 
• Ketua Umum Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Ibu Nur Sriyati, S.Pd., M.M. 

• Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (PP HIMPAUDI), yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Pengurus Wilayah HIMPAUDI Banten, Ibu Dr. Euis Nurmalina, M.M. dan Dr. Muthoharoh, S.Pd., M.Pd. 
• Wakil Sekretaris  Perkumpulan Prodi Pendidikan Agama Islam (PP-PAI) Indonesia, Bapak Dr. Busahdiar, M.A.
• Ketua Asosiasi Prodi Pendidikan Keagamaan Islam (APPKI), Ibu Dr. Sari Narulita, M.Si.
• Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Terbuka beserta Sekretaris
• Ketua Senat Akademik Universitas Terbuka beserta Sekretaris
• Para Wakil Rektor Universitas Terbuka
• Para Ketua Lembaga

• Para Dekan dan Direktur Sekolah Pascasarjana
• Para Direktur pada Direktorat di UT Pusat dan Direktur UT Daerah
• Para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana
• Pimpinan Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini dan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam. 
• Seluruh staf Universitas Terbuka, baik di UT Pusat maupun di UT Daerah,
• Beserta Hadirin yang berbahagia.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas semua pencapaian yang sudah diraih sejak berdirinya Universitas Terbuka pada tanggal 04 September 1984 yang tahun 2024, dalam hal ini sudah memasuki usia empat dekade. 

Berbagai kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia sudah dilakukan oleh UT, terutama mengemban misi utama untuk membuka akses pendidikan tinggi berkualitas bagi semua lapisan masyarakat yang disimbolkan dengan motto UT “making higher education open to all”. 

|Baca Juga: Universitas Terbuka Wujudkan Impian 1 Juta Mahasiswa pada 2025|
 
"Semua apa yang telah kita lakukan bertujuan untuk mendorong terciptanya pemerataan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Kita patut bersyukur bahwa selama perjalanan panjang tersebut, berbagai rintangan telah dihadapi dan puji syukur Alhamdulillah kita dapat melaluinya dengan baik," ujar Prof Ojat.

Lanjut, Prof Ojat bahwa suatu kebanggaan tersendiri bahwa UT pada 20 Oktober 2022 lalu telah resmi naik kelas bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), di mana UT dapat berdiri sejajar dengan PTN-PTN terbaik di Indonesia yang sudah lebih dahulu resmi sebagai PTNBH. 

Menurut Doktor, Curriculum theory and implementation dari Simon Fraser University (SFU) – Canada ini, bahwa moment kali ini sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak berstatus PTNBH, UT meluncurkan dua program studi baru, masing-masing satu program studi pada jenjang Sarjana yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) pada Sekolah Pascasarjana. 

"Tentunya pancapaian ini tidak terlepas dari upaya keras dan pengorbanan dari bebagai pihak, baik internal UT ataupun mitra terbaik UT," jelas Prof Ojat.

Sesuai dengan tema kegiatan pada hari ini “Membangun Generasi Hebat melalui Kampus berkualitas”, Prof Ojat menyampaikan bahwa UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh merasa memiliki tanggung jawab sekaligus peluang untuk ikut berpartisipasi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) di tanah air ini dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda yang ingin mengembangkan kualifikasi.

Dan kualitasnya sebagai Sarjana dan Magister pendidikan pada bidang keahliannya masing-masing, dalam hal ini Pendidikan Anak Usia Dini dan bidang Pendidikan Agama Islam.

|Baca Juga: Universitas Terbuka Wujudkan Impian 1 Juta Mahasiswa pada 2025|

Saat ini, lanjut Prof Ojat, UT memberikan layanan kepada sebanyak 525.360 mahasiswa aktif yang tersebar di 34 provinsi dan lebih dari 50 negara. 

Prof Ojat pun menggelorakan semangat belajar sepanjang hayat atau lifelong learning bagi semua penduduk Indonesia, terlebih yang masuk dalam usia pendidikan tinggi. 

Dalam upaya peningkatan kualitas layanannya, ungkap Prof Ojat, UT juga telah merintis program internasional melalui proses pengajuan akreditasi internasional pada beberapa program studi unggulan UT seperti Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Ilmu Hukum yang banyak diminati masyarakat. 

"Upaya ini terus dikembangkan dalam memperluas akses layanan UT merambah ke masyarakat global untuk mengenyam pendidikan tinggi secara jarak jauh. Terlebih lagi, jika ke depannya pemerintah pusat mendukung program kami ini dengan berbagai kebijakan pendidikan yang selaras, maka mimpi capaian Satu Juta Mahasiswa akan terwujud satu saat nanti," ungkap Prof Ojat.

"Upaya mengubah stigma masyarakat tentang UT juga terus kami lakukan dengan berbagai inovasi. Perubahan cara dalam membangkitkan public awareness terhadap keberadaan UT semakin memperlihatkan hasil positif, Berdasarkan data yang ada di SRS UT, perubahan segmentasi pasar UT juga terlihat," tambah Prof Ojat.

Jika dulu UT identik sebagai tempat kuliah bagi orang-orang yang sudah bekerja dan berusia tua, kata Prof Ojat, saat ini konfigurasi mahasiswa UT sudah banyak berubah. Lebih dari 70% persen mahasiswa UT saat ini berusia di antara 25 – 30 tahun. Tentu data ini sangat potensial bagi UT terlebih dalam mewujudkan impian 1 juta mahasiswa pada 2025.

"Seiring dengan kondisi UT terkini, UT ke depannya akan terus berinovasi untuk mewujudkan program pendidikan tinggi untuk semua. Perluasan daya jangkau layanan menjadi concern utama UT untuk melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses untuk kuliah di PTN/PTS tatap muka," jelas Prof Ojat.

Pada kesempatan baik ini, Prof Ojat juga mengungkapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada MWA dan SAU UT, para pimpinan UT dan Tim pengembang program studi yang beberapa tahun terakhir mengawal persiapan pembukaan kedua program studi tersebut. 

Tidak lupa juga terima kasih kepada pimpinan pada Kemendikbudristek RI atas bimbingan dan support-nya sehingga UT dipercaya untuk memegang otonomi yang lebih leluasa atas pengembangan layanan akademik, salah satunya dengan pembukaan program studi baru. 

"Ucapan terima kasih tidak terhingga kami sampaikan kepada asosiasi-asosiasi, baik bidang PAI seperti PP-PAI dan APPKI, juga pada bidang PAUD yaitu HIMPAUDI, IGTKI, APGPAUD, dan IKADPAUDI. Dukungan Bapak/Ibu menjadikan UT dapat merealisasikan harapan berkontribusi secara optimal dalam membangun Sumber Daya Manusia, khususnya para pendidik di tanah air," ucap Prof Ojat.

"Dengan ini seraya membaca Basmallah saya menyatakan bahwa Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini atau MPAD dan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam atau PAI secara resmi diluncurkan."

Di akhir sambutannya, Prof Ojat memberikan sebuah pantun:

Pergi liburan enaknya ke Yogyakarta
Jangan lupa beli perak di Kota Gede
UT wujudkan Pendidikan tinggi untuk semua
Dengan hadirnya PAI dan MPAD 

Berkendara mobil ikuti GPS dengan patuh
Supaya tidak sampai tersesat
Dengan pendidikan terbuka dan jarak jauh
UT siap meluluskan para pendidik hebat

Penting untuk diketahui, bahwa pendaftaran di UT dilakukan secara daring melalui laman https://sia.ut.ac.id/ dengan biaya admisi sebesar Rp 100 ribu. UT memiliki dua program Diploma D3 dan D4 dan 32 Program Sarjana (S1) yang tersebar ke dalam 4 fakultas.

Cek Lokasi Universitas Terbuka di sini ya!

(wan)