Menteri LHK Nilai Kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sangat Dinamis

Syamsul
Syamsul
Diperbarui 11 Desember 2021 22:24 WIB
Monitorindonesia.com- Kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan dinilai sangat dinamis dan terus mencari pola baru. Hal itu dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya saat menjadi inspektur upacara dalam acara penutupan pelatihan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) di Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/12/2021). "Modus kejahatan mulai dengan cara konvensional dan canggih. Pelaku kejahatan hutan datang dari berbagai kalangan atau kita sebut multi aktor mulai dari masyarakat, kelompok terorganisir, korporasi dan oknum aparat di antaranya," kata Siti. SPORC beranggotakan 57 orang yang mendapat penempaan latihan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri mulai dari tanggal 21 Oktober hingga 11 Desember. Siti berharap, SPORC bisa beradaptasi dengan kejahatan lingkungan dan kehutanan yang dianggap kian kompleks. "Kawan-kawan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat, anggota SPORC yang sudah diberikan baretnya, saya ingin mengingatkan lagi bahwa kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan sangat dinamis dan akan terus mencari pola dan bentuk baru," kata Siti. Modus kejahatan mulai dengan cara kknvensional dan canggih. Pelaku kejahatan hutan datang dari berbagai kalangan atau kita sebut multi aktor, masyarakat, kelompok terorganisir, korporasi, transaksional, aktor dan oknum aparat. Siti berkeinginan SPORC sebagai garda terdepan dalam upaya-upaya permasalahan lingkungan dan kehutanan untuk terus menempa diri dan berinovasi dalam hal pencegahan dan penanggulangan. "Harus terus menempa diri dan inovasi agar tetap mampu mencegah dan menanggulangi berbagai gangguan dan ancaman kejahatan kehutanan yang juga akan semakin meningkat kualitasnya. Tugas ini tidak akan mudah namun dengan sinergi bersama dengan segenap elemen masyarakat saya yakin semua akan bisa diselesaikan demi hutan yang lestari demi masyarakat sejahtera dan demi kejayaan Indonesia," tegas Siti. (Wawan)