Harga Gabah Basah Rp7.000/Kilogram, Petani di Lebak Raup Keuntungan

Nuramin Rizky
Nuramin Rizky
Diperbarui 10 Mei 2024 10:12 WIB
Petani Kabupaten Lebak panen padi. (Foto: Antara)
Petani Kabupaten Lebak panen padi. (Foto: Antara)

Rangkasbitung, MI - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten meraup keuntungan karena harga gabah basah hasil panen ditampung pengepul atau tengkulak Rp7.000/kilogram sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

"Kita memastikan panen padi Mei 2024 relatif baik, sebab tidak terserang hama penyakit juga harga gabah basah cukup bagus hingga menembus Rp7.000/kilogram," kata Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Ahmad (63) di Rangkasbitung, Lebak, Jumat (10/5/2024).

Panen padi di Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak seluas 50 hektare dengan produktivitas rata -rata 6 ton gabah basah/hektare.

Saat ini, harga gabah basah hasil panen ditampung tengkulak Rp7.000/kilogram dan jika dikalkulasikan 6 ton gabah basah maka pendapatan petani Rp42 juta/hektare.

Dari pendapatan sebesar Rp42 juta itu, petani bisa meraup keuntungan bersih Rp27 juta setelah dipotong biaya upah, pestisida, traktor dan pupuk sebesar Rp15 juta/hektare.

"Keuntungan hasil usaha tani selama empat bulan itu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga," ujar Ahmad.

Begitu juga Sumarna (55) seorang petani di Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mengaku dirinya kini panen padi relatif baik karena ketersediaan pasokan air terpenuhi sehubungan curah hujan cukup tinggi.

Panen padi miliknya itu seluas 1 hektare dari tanam pertengahan Februari 2024 lalu dan produktivitas rata-rata 6 ton gabah basah.

Bahkan, dirinya merasa senang dan lega setelah harga gabah basah atau gabah kering pungut ditampung pengepul Rp7.000/kilogram.

Mereka para pengepul itu kebanyakan pemilik penggilingan beras dan mendatangi lokasi areal persawahan yang tengah panen.

"Dengan harga Rp7.000 itu jika menjual gabah basah 6 ton maka bisa menghasilkan pendapatan Rp42 juta dan bisa meraup keuntungan sekitar Rp27 juta setelah dipotong biaya produksi Rp15 juta," ucap Sumarna.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan panen padi di daerah ini sejak Februari sampai Mei 2024 masih berlangsung, karena didukung adanya ketersediaan pasokan air hujan juga dibantu adanya bantuan pompa sehingga mereka petani dapat melakukan gerakan tanam.

Selama ini, pendapatan ekonomi petani relatif baik setelah harga gabah basah Rp7.000/kilogram dari sebelumnya Rp5.000/kilogram.

Naiknya harga gabah basah itu, karena harga beras di pasaran cukup tinggi hingga di atas Rp12.500/kilogram.

Pendapatan petani hasil panen itu cukup menggembirakan dan pengguliran ekonomi masyarakat desa juga relatif baik.

Mereka para petani diberbagai daerah di Kabupaten Lebak kini tengah melakukan gerakan percepatan tanam.

"Kami memperkirakan panen Mei 2024 sekitar 8.000 hektare dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya. (AM)