Seberapa Besar Pengaruh Amicus Curiae Terhadap Putusan Sengketa Pilpres 2024? Ini Kata Pengamat

Dhanis Iswara
Dhanis Iswara
Diperbarui 19 April 2024 14:15 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto: MI/Dhanis)
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto: MI/Dhanis)

Jakarta, MI - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, mempertanyakan seberapa besar pengaruh dari pengajuan amicus curiae atau sahabat pengadilan yang dilakukan oleh berbagai tokoh nasional ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). 

Pasalnya dari informasi yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi terdapat 23 pengajuan permohonan sebagai amicus curiae. 

Sehingga seyogianya akan berdampak dan mempengaruhi putusan MK yang akan dibacakan pada Senin 22 April 2024.

"Namun yang menjadi pertanyaan, seberapa besar pengaruh dari Amicus Curiae dalam mempengaruhi putusan para Hakim MK?" kata Fernando saat berbincang-bincang bersama Monitorindonesia.com pada Jumat (19/4/2024). 

Sebagaimana informasi yang disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Administrasi Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksonox bahwa bisa saja para hakim akan mempertimbangkan materi yang disampaikan dari amicus curiae tersebut. 

Kendati begitu, Fernando menilai bahwa para hakim MK akan memutus perkara tersebut dengan berdasarkan fakta yang ditemukan selama persidangan kemarin. 

"Saya melihat, para Hakim MK dalam memutuskan lebih mempertimbangkan pada fakta persidangan berdasarkan pada alat bukti dan keterangan para saksi," ujarnya. 

Sehingga kata Fernando, materi amicus curiae tidak akan berdampak besar pada putusan MK nantinya. 

"Namun terkait dengan materi para amicus curiae akan tetap menjadi pertimbangan para Hakim MK walaupun tidak akan menjadi bahan pertimbangan yang berdampak signifikan pada keputusan Majelis Hakim MK," terangnya.