Kursi Menteri ATR, Reward Demokrat dan AHY Dukung Prabowo-Gibran?

La Aswan
La Aswan
Diperbarui 21 Februari 2024 16:53 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) (Foto: MI/Repro Setkab)
Presiden Joko Widodo (kiri) Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) (Foto: MI/Repro Setkab)

Jakarta, MI - Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mengartikan langkah Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengangkat Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), bahwa "politik kita sangat begitu cair. Dulu lawan sekarang kawan".

Analis politik menyebut Partai Demokrat akan mendapat porsi menteri yang lebih banyak saat Prabowo-Gibran membentuk kabinet. Bahkan, dia juga melihat langkah ini sebagai ‘reward’ kepada Demokrat dan AHY yang telah memberikan dukungan politik pada Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. 

"Apapun judulnya paslon nomor 2 adalah jagoan Jokowi,“ kata Adi kepada wartawan, Rabu (21/2).

Selain itu, tawaran menteri ini nampaknya tak bisa ditolak, karena bagi Demokrat penting untuk mengorbitkan AHY agar bisa merawat karir politiknya di masa akan depan.

"Dan sangat mungkin AHY akan jadi menteri lagi di era Prabowo-Gibran mengingat Demokrat dukung penuh Paslon 2 ini. Menteri adalah momen pembuktian apakah AHY layak jadi calon pemimpin nasional atau tidak,“ tandas Adi.

Sebagaimana diketahui Presiden Jokowi telah resmi melantik AHY sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada resuffle kabinet hari ini Rabu 21 Februari 2024. Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam pelantikan AHY, di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

Selain itu ada Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu tampak, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad, Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin. (wan)