Perbaikan di Sektor Manufaktur Diapresiasi Anggota DPR

Syamsul
Syamsul
Diperbarui 1 November 2021 22:05 WIB
Monitorindonesia.com - Kinerja Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali meningkat pada angka 57,2 di bulan Oktober 2021. Meningkatnya kinerja itu mendapat apresiasj anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin. “Tentu kita apresiasi ya, karena perbaikan sektor manufaktur ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah terkait pelonggaran kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah,” ujar Mukhtarudin, Senin, (1/11/2021). Menurut Mukhtarudin, kenaikan PMI terjadi karena Indonesia mampu menangani pandemi Covid-19 varian Delta sehingga kasusnya terus menurun. Apalagi pada awal varial delta menyebar di bulan Juni-Juli 2021, PMI sempat kembali turun karena terbatasnya mobilitas masyarakat. "Jadi, saya kira kinerja PMI yang ekspansif 57,2 terbesar dalam sejarah dan membuktikan bahwa industri manufaktur saat ini bergerak menguat,” tandas Mukhtarudin. Diketahui, Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan mengatakan sektor manufaktur Indonesia mencatat pertumbuhan tercepat, menurut IHS Markit Indonesia Manufacturing PMI terbaru, mencerminkan perbaikan yang disebabkan oleh pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan Covid-19. Pada bulan Oktober, sentimen bisnis secara keseluruhan menguat, naik di atas rata-rata, hal tersebut karena gangguan yang disebabkan oleh Covid-19 telah berkurang “Peningkatan permintaan dan output juga diterjemahkan ke kepercayaan sektor manufaktur yang lebih baik, seperti yang terlihat baik melalui Indeks Output Masa Depan dan dalam aktivitas pembelian dan perekrutan perusahaan, semua tanda positif untuk sektor ini ke depan,” kata Pan, Senin, (1/11/2021).