Hanya 'Orang Gila' yang Datangkan Petani Luar Tanam Padi di Indonesia

Aswan LA
Aswan LA
Diperbarui 2 Mei 2024 10:13 WIB
Ilustrasi petani Indonesia sedang menggarap sawah (Foto: Getty Images)
Ilustrasi petani Indonesia sedang menggarap sawah (Foto: Getty Images)
Jakarta, MI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan bahwa Indonesia akan bekerja sama dengan China untuk mengembangkan sektor pertanian di Kalimantan Tengah. 

Menurut Luhut, China akan mentransfer teknologi pertanian persawahan padi kepada Indonesia untuk proyek yang dijadwalkan dimulai pada Oktober 2024.

Kerja sama ini merupakan hasil dari Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) antara Indonesia dan Tiongkok di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu. 

Langkah berikutnya adalah mencari mitra lokal untuk berkolaborasi dalam mengembangkan pertanian padi di Kalimantan Tengah.

Dalam unggahannya di akun Instagram pribadinya, Luhut menyebut bahwa sudah tersedia lahan seluas 1 juta hektar yang siap digunakan untuk proyek ini. Pengelolaan lahan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari 100 ribu hektar dan bertambah hingga mencapai 1 juta hektar.

Lebih lanjut, Luhut menyatakan bahwa hasil produksi dari proyek ini akan dikumpulkan oleh Perum Bulog. Kerja sama ini menandai langkah penting dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia dan memperluas kemitraan internasional dalam bidang pertanian.

Kendati, pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa turut mengatakan Indonesia sebagai negara agraris dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia memiliki potensi luar biasa.

"Indonesia negara agraris, dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia," ujar Tifa dalam cuitannya di X @DokterTifa, dikutip Monitorindonesia.com, Kamis (2/5/2024). 

Menurut Dokter Tifa, gunung api aktif yang ada di Indonesia memberikan suplai nutrisi bagi tanah, yang dapat mendukung produktivitas pertanian.  "Gunung api yang mensuplai nutrisi bagi tanah," sebutnya.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa bukan hanya benih padi, bahkan tongkat kayu pun jika dilempar akan tumbuh menjadi tanaman, menunjukkan potensi alam yang melimpah di Indonesia. "Jangankan benih padi, tongkat kayu dilempar saja tumbuh jadi tanaman," tuturnya. 

Dokter Tifa pun menegaskan, hanya orang gila yang mau mendatangkan petani dari luar Indonesia untuk bertani di sini demi memproduksi padi.  "Hanya orang gila yang mau datangkan petani dari luar Indonesia untuk bertani di sini demi memproduksi padi," katanya.